"China tidak akan takut dengan kapal atau pesawat militer," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, Rabu (6/6).
Melanjutkan pernyatannya, Hua berkata, "Kami bahkan akan meluncurkan langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan negara, demi perdamaian dan stabilitas di kawasan Laut China Selatan,"
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Letnan Kolonel Chris Logan mengatakan operasi itu merupakan bagian dari misi "Kehadiran Pengebom Berkesinambungan" yang dilakukan Komando Pasifik Amerika Serikat.
Dia mengatakan aktivitas itu rutin digelar sejak Maret 2004 dan dijalankan sesuai hukum internasional serta "bertujuan untuk mempertahankan kesiapan pasukan AS."
Dia menegaskan AS tak berniat meninggalkan kawasan. Pernyataan itu pun membuat marah pihak China.
Beijing mengklaim Kepulauan Spratly, tapi klaim itu tak diakui oleh Amerika maupun negara-negara tetangga China. Malaysia, Vietnam, Filipina dan Taiwan sama-sama menganggap wilayah itu adalah bagian dari kedaulatannya.
China membangun pulau buatan di Spratly dan beberapa di antaranya ditanamkan fasilitas militer, termasuk peluru kendali anti-kapal maupun anti-pesawat. (has)