Baptisan di Danau, Pastor Ethiopia Tewas Diterkam Buaya

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 07/06/2018 15:27 WIB
Baptisan di Danau, Pastor Ethiopia Tewas Diterkam Buaya Seorang pastor tewas diterkam buaya saat membaptis jemaahnya di Danau Abaya, selatan Ethiopia. (AFP PHOTO / ARFA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Upacara pembaptisan tepi danau berakhir dengan bencana ketika seekor buaya besar melompat dari dalam air dan menerkam seorang pastor di Ethiopia. Docho Eshete, 45 tahun, diduga diterkam seekor buaya sesaat dia mengawali acara pembaptisan massal bagi 80 orang di tepi Danau Abaya di selatan Ethiopia.

"Dia membaptis orang pertama, dan satu orang lagi seterusnya," kata Ketema Kairo, warga setempat seperti dilaporkan kantor berita Inggris, BBC, Rabu (6/6).

"Tiba-tiba, seekor buaya melompat keluar dari danau dan menerkam sang pastor," kata dia.



Pastor Docho menderita luka-luka akibat gigitan buaya bagian tangan, punggung, dan kaki. Saat jemaat masih dicekam ketakutan menyaksikan tragedi tersebut, nelayan setempat bergumul untuk menyelamatkan sang pastor. Namun dengan jalanya, mereka hanya dapat mencegah buaya menyeret jasad Pastor Docho ke tengah danau yang terletak dekat Kota Arba Mich. Buaya itu dikabarkan berhasil kabur.

Danau Abaya, merupakan danau terbesar kedua di Ethiopia, disebut-sebut sebagai danau yang sangat indah. Namun buku panduan perjalanan 'Lonely Planet' memperingatkan bahwa danau tersebut memiliki populasi buaya yang besar, dan agresif terhadap manusia maupun hewan karena sedikitnya ikan, yang merupakan makanan mereka di danau itu.

Dilansir The Independent, buaya yang menewaskan Pastor Docho diduga jenis Buaya Nil. Buaya Nil dapat tumbuh sepanjang enam meter dengan berat mencapai satu ton. Spesies tersebut diduga telah menyerang 300 orang di Afrika setiap tahunnya.


Dibandingkan buaya jenis lainnya, Buaya Nil ada di peringkat ketiga hewan yang menyebabkan kematian pada manusia di Afrika, setelah kuda nil dan singa.

Salah satu studi mencatat bahwa Buaya Nil merupakan predator oportunistik yang melakukan penyergapan. Adapun manusia dipandang sebagai makhluk yang lemah dan bergerak lambat di sungai, ketimbang mamalia seukuran lainnya, karena itu dianggap sebagai mangsa yang mudah. (rgt/nat)