Bertemu Kim Jong Un, PM Singapura Singgung Hubungan Dagang

Lavinda, CNN Indonesia | Minggu, 10/06/2018 20:43 WIB
Bertemu Kim Jong Un, PM Singapura Singgung Hubungan Dagang Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. (REUTERS/Edgar Su)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong meyakini perdagangan antara Singapura dan Korea Utara bisa tumbuh jika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencabut sanksi terkait program senjata nuklir negara pimpinan Kim Jong-un tersebut.

Hal itu disampaikan Lee usai bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Istana Kepresidenan Singapura, Minggu (10/6).

Singapura saat ini menjadi tuan rumah pertemuan bersejarah antara Korea Utara dan Amerika Serikat (AS) yang diharapkan dapat mengakhiri kebuntuan isu nuklir dan mengubah Wilayah Asia menjadi lebih terbuka.


"Tentu saja, jika ada kesepakatan, ada kemajuan, sanksi dicabut, saya berharap perdagangan kami akan tumbuh," kata Lee seperti dikutip dari Reuters, Minggu (10/6).


Singapura yang merupakan mitra dagang terbesar ketujuh Korea Utara, menangguhkan hubungan dagang dengan negara itu tahun lalu, di tengah meningkatnya ketegangan atas program nuklir dan rudalnya.

"Kami dulu memiliki beberapa kerja sama perdagangan dengan mereka (Korea Utara), Jadi ada beberapa potensi tetapi akan memakan waktu," katanya.

Kim Jong Un bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, beberapa jam setelah tiba di Singapura.

Kim Jong Un mendarat di Singapura pada Minggu (10/6) sore, menjelang pertemuan puncak dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di pulau Sentosa, Singapura pada Selasa (12/6).


Pertemuan tersebut dinilai akan menciptakan sejarah. Pasalnya, Sejak menjadi rival dalam Perang Korea 1950-1953, para pemimpin Korea Utara dan AS belum pernah bertemu sebelumnya, bahkan berbicara di telepon.

Kim tiba di Bandara Changi Singapura setelah perjalanan terpanjangnya ke luar negeri sebagai Kepala Negara yang mengenakan setelan Mao gelapnya yang khas, dan potongan rambut khas yang tinggi.

Dia disambut oleh menteri luar negeri Singapura Vivian Balakrishnan. Hal itu terlihat dalam akun Twitter resmi Vivian. Di sana terunggah foto saat keduanya berjabat tangan, dengan status "Menyambut Pemimpin Kim Jong Un, yang baru saja tiba di Singapura."

Kim turun dari jet Air China diikuti oleh pejabat tinggi termasuk Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho dan seorang asisten pribadi Kim yang telah berperan dalam diplomasi yang berakhir dengan KTT, Kim Yong Chol.


Kim meninggalkan hotel St. Regis di pusat Kota Singapura dengan iring-iringan mobil Mercedes Benz Limousine dan menempuh perjalanan jarak pendek melalui jalan-jalan mewah Singapura ke Istana Kepresidenan, di mana ia bertemu Perdana Menteri Lee Hsien Loong.

Kim, dalam komentar publik pertamanya sejak tiba mengatakan peran Singapura akan tercatat dalam sejarah jika KTT itu sukses.

(CNN.com/Reuters/gil)