Jelang KTT Kim-Trump, Menlu AS Tegaskan Niat Denuklirisasi
Rinaldy Sofwan | CNN Indonesia
Senin, 11 Jun 2018 10:46 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menegaskan sikapnya terkait denuklirisasi jelang pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Singapura.
"Kami terus berkomitmen pada denuklirisasi utuh, bisa diverifikasi dan kekal di Semenanjung Korea," kata Pompeo melalui akun Twitter, Senin (11/6).
[Gambas:Twitter]
Dalam twit itu disertakan foto Pompeo tengah berbincang di meja makan bersama dua orang lainnya.
"Rapat awal di pagi hari dengan tim Kemlu saya," bunyi twit yang sama.
Sementara itu, melalui akun Twitter pribadinya, Trump menyatakan antusias jelang pertemuan bersejarahnya dengan Kim yang bakal digelar pada Selasa besok.
Pertemuan itu bakal jadi pertama kalinya pemimpin negara aktif kedua negara yang selalu berseberangan pendapat itu bertemu.
[Gambas:Twitter]
"Senang berada di Singapura, kegembiraan mengudara!"
Hubungan kedua negara sempat memanas sepanjang 2017 lalu, ketika Korut terus melakukan uji coba rudal dan nuklirnya. Trump dan Kim kerap silih melontarkan hinaan hingga ancaman perang.
Di saat yang sama, Korea Selatan tengah dipimpin Presiden Moon Jae-in yang lebih mengedepankan pendekatan lunak terhadap negara tetangganya yang secara resmi masih berstatus musuh perang itu.
Keinginan Moon disambut perubahan mendadak Kim yang pada pidato akhir tahunnya menyatakan ingin memperbaiki hubungan dengan Korsel. Setelah itu, kedua negara sepakat memulai proses damai dan berdialog dengan pihak AS.
(aal)
"Kami terus berkomitmen pada denuklirisasi utuh, bisa diverifikasi dan kekal di Semenanjung Korea," kata Pompeo melalui akun Twitter, Senin (11/6).
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rapat awal di pagi hari dengan tim Kemlu saya," bunyi twit yang sama.
Pertemuan itu bakal jadi pertama kalinya pemimpin negara aktif kedua negara yang selalu berseberangan pendapat itu bertemu.
[Gambas:Twitter]
"Senang berada di Singapura, kegembiraan mengudara!"
Hubungan kedua negara sempat memanas sepanjang 2017 lalu, ketika Korut terus melakukan uji coba rudal dan nuklirnya. Trump dan Kim kerap silih melontarkan hinaan hingga ancaman perang.
Keinginan Moon disambut perubahan mendadak Kim yang pada pidato akhir tahunnya menyatakan ingin memperbaiki hubungan dengan Korsel. Setelah itu, kedua negara sepakat memulai proses damai dan berdialog dengan pihak AS.
(aal)