Trump Hentikan Latihan, Militer Mengaku Belum Dapat Perintah

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Selasa, 12/06/2018 20:45 WIB
Trump Hentikan Latihan, Militer Mengaku Belum Dapat Perintah Ilustrasi latihan militer Korsel dan AS. (REUTERS/Choi Chang-ho/News1)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasukan Amerika Serikat di Korea (USFK) menyatakan belum ada perintah baru terkait rencana latihan bersama AS dan Korea Selatan.

Hal ini diungkapkan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan dirinya dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sepakat akan menghentikan latihan rutin tersebut.

Korut selama ini mempertahankan program nuklirnya karena merasa terancam oleh latihan AS-Korsel. Pyongyang menganggap kegiatan itu sebagai ancang-ancang invasi.


"Kami di sini di USFK tidak menerima arahan resmi baru terkait eksekusi atau penghentian latihan yang akan datang, termasuk, UFG yang dijadwalkan musim panas ini," kata juru bicara Kolonel Char Caroll kepada CNN.
Yang dimaksud dengan UFG adalah Ulchi Freedom Guardian, kode latihan bersama yang rencananya digelar pada akhir Agustus.

Usai bertemu Kim, Trump mengatakan akan menghentikan "permainan perang," istilah yang biasa digunakan untuk merujuk pada latihan militer.

Saat ini, AS mempunyai puluhan ribu pasukan yang ditempatkan di Korsel.

Trump juga mengatakan dirinya berharap bisa menarik pasukan tersebut. Namun, kini hal itu masih bisa dilakukan.
"Saya ingin menarik pasukan kami. Saya ingin memulangkan tentara kami," kata Trump.

"Tapi itu tidak jadi bagian dari perhitungan saat ini. Saya berharap itu bisa dilakukan pada akhirnya."

Trump mengatakan dirinya sepakat menghentikan "permainan perang" karena dia menilai kegiatan itu "sangat provokatif" dan keputusan ini bisa menghemat pengeluaran Amerika Serikat dalam jumlah yang sangat besar.

(aal)