File Intelijen Ungkap Masa Kecil Kim Jong-un

, CNN Indonesia | Rabu, 13/06/2018 13:33 WIB
File Intelijen Ungkap Masa Kecil Kim Jong-un Foto: Anthony Wallace/Pool via Reuters
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah file intelijen baru mengungkap masa kecil Kim Jong-un dan kepribadian pemimpin Korea Utara itu di masa kanak-kanaknya. File tersebut dilansir sehari menjelang pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Singapura, Selasa (12/6).

Dilansir situs berita Axios, file itu disusun berdasarkan berbagai wawancara mendalam dengan para guru, siswa, dan orang-orang yang mengenalnya di sekolah asrama Swiss yang bergengsi.

Mereka mengklaim Kim Jong-un mudah marah dan cenderung melakukan kekerasan, penuh dengan kemarahan, dan melihat dirinya lebih tinggi dari teman-temannya.



"Gambaran yang muncul dari puluhan wawancara itu memiliki kemiripan yang mencolok dengan pria yang diangap dia saat ini," kata seorang sumber seperti dikutip Axios.

"Rakus, gampang marah dan sombong. Kim Jong-un kecil adalah anak yang tidak peduli tapi menuntut kesetiaan dari teman-teman sekelasnya."

Sumber itu mengklaim bahwa Kim 'kerap' memukul siswa lainnya, performanya di sekolah juga tidak baik dan suka mengganggu.


Namun bagian yang paling menyeramkan, menurut Axios, dia kerap mengeluarkan pernyataan yang dilontarkan kepada teman-teman sekelasnya seusai permainan. "Suatu hari kamu semua akan mengingat saya," tulis Axios, Senin (11/6) lalu.

Dokumen diungkapkan Axios menjelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan pemimpin Korut itu di Singapura. Pada kenyataannya, puluhan juta mata memandang penampilan pria tambun dengan jas ala Mao Zedong dan sesekali tersenyum itu.

Banyak mata telah menyaksikan Kim Jong-un menggandeng tangan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dalam pertemuan bersejarah mereka di Panmunjom, Zona Demiliterisasi pada April lalu.


Kesuksesan KTT Korsel-Korut itu berlanjut dengan pertemuan Trump-Kim Jong-un di Singapura, yang dipandang banyak kalangan sebagai langkah awal yang bagus. Meski begitu, Iran memperingatkan bahwa hasil-hasilnya bisa gagal. Tapi bukan karena Kim Jong-un, melainkan karena Trump.

[Gambas:Video CNN] (rgt/nat)