FOTO: Tanpa Toleransi Donald Trump untuk Anak-anak Imigran

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 20/06/2018 16:40 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Kebijakan tanpa toleransi presiden AS Donald Trump membuat anak-anak imigran, bahkan yang masih balita, dipisahkan dari orang tuanya.

Imigran asal Salvador, Epigmenio Centeno, menggendong anaknya yang berusia tiga tahun Steven Atonay sementara putranya yang berusia 9 tahun, Axel Jaret, mengikuti. Epigmenio memutuskan tinggal di Meksiko setelah presiden AS Donald Trump mengeluarkan kebijakan kontroversial. (REUTERS/Jose Luis Gonzalez)
Kebijakan kontroversial
Kebijakan ini ditentang oleh para politikus Demokrat yang mengecam keras pemerintah karena memisahkan hampir 2.000 anak dari orang tua mereka (REUTERS/Jon Herskovitz)
Para tenaga medis profesional bahkan mengatakan, praktik semacam itu dapat menyebabkan trauma yang lama terhadap anak-anak. (REUTERS/Loren Elliott)
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pun angkat suara. Dia memperingatkan bahwa pengungsi dan migran anak-anak tidak boleh mengalami trauma karena dipisahkan dari orang tua mereka. (REUTERS/Jose Luis Gonzalez)
Dalam suatu rekaman suara yang diambil suatu media AS, diketahui banyak anak yang menangis tersedu-sedu ketika dipisahkan dari orang tua. Tangisannya sangat keras hingga kehabisan nafas. Mereka memanggil-manggil kedua orang tuanya, 
Kebijakan tanpa toleransi itu mendeportasi siapa saja yang memasuki Amerika Serikat secara ilegal dan mengambil anak-anak yang bersama dengan mereka. (ACF/HHS/Handout via REUTERS)
Menurut jajak pendapat CNN, dua pertiga warga Amerika tidak menyetujui praktik pemerintahan Trump yang mengambil anak-anak imigran tanpa dokumen dari keluarga mereka. (ACF/HHS/Handout via REUTERS)
Lebih dari 2.300 anak-anak telah dipisahkan dari orang tua mereka sejak April, saat pemerintahan Trump meluncurkan kebijakan tanpa toleransi. Lebih dari 100 anak berusia di bawha empat tahun. (ACF/HHS/Handout via REUTERS)
Di tengah-tengah kecaman dan protes atas kebijakan tanpa toleransi itu, Kongres Amerika akan menggelar pertemuan untuk menentukan kebijakan penanganan imigran.  (Handout via REUTERS)
Kamar yang digunakan untuk menampung anak-anak imigran. Kebijakan tanpa toleransi yang memisahkan anak- anak yang bahkan masih berusia belita ini membuat Trump disoraki dan diteriaki oleh senator Demokrat. (ACF/HHS/Handout via REUTERS)
Anak-anak pada awalnya ditahan di gudang, tenda, atau toko yang besar yang telah diubah menjadi fasilitas penahanan Patroli Perbatasan. (REUTERS/Loren Elliott)