Kapal Pantai Italia Angkut 552 Imigran Berlabuh di Sisilia

DZA, CNN Indonesia | Kamis, 21/06/2018 01:27 WIB
Kapal Pantai Italia Angkut 552 Imigran Berlabuh di Sisilia Penyelamatan imigran di Italia. (Karpov/handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah kapal penjaga pantai di Italia membawa lebih dari 500 imigran, termasuk puluhan orang yang diselamatkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat di lepas Pantai Libya pada pekan lalu.

Kapal itu tiba pada Selasa malam waktu setempat (19/6) di sebuah pelabuhan di Sisilia, beberapa hari setelah Menteri Dalam Negeri sayap kanan Matteo Salvini melarang kapal penyelamat nonpemerintah membawa imigran ke Italia.

"Kapal Diciotti akhirnya mendarat di Pozzallo yang membawa 522 orang ke pelabuhan yang aman," kata UNHCR Italia melalui akun Twitter.


Dilansir dari AFP, pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa para imigran tersebut diselamatkan dari berbagai operasi. Adapun sebanyak 42 korban membutuhkan perawatan medis dan dorongan psikologis.

Sekitar selusin imigran dalam kondisi dehidrasi berat, termasuk enam anak, tiga wanita, dan satu pria. Mereka kemudian dikirim ke Pozzallo dan dirawat oleh tim Palang Merah Italia.

Para imigran yang tiba tidak diketahui apakah bagian dari 41 imigran yang diselamatkan oleh sebuah kapal dari Libya, USNS Trenton pada Selasa pekan lalu.

Menurut pihak Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), para awak kapal cepat AS juga melihat ada 12 mayat di dalam air, tetapi tidak dapat menemukan mereka selama pencarian.


Sebuah kapal di dekatnya dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sea Watch menawarkan untuk membantu. Syarat yang mereka ajukan adalah mereka bisa berlabuh dengan para imigran pada sebuah pelabuhan di Italia.

Matteo Salvini telah memberikan peringatan untuk tidak memberikan izin kepada kapal penyelundup migran dari LSM berlabuh di Italia.

Pekan lalu, Pemerintah Italia antiimigran melarang kapal yang dioperasikan oleh LSM Perancis Aquarius. Kapal tersebut membawa lebih dari 600 imigran dan menyebabkan kegemparan dengan Perancis.


Salvini menuduh badan amal tersebut terlibat dengan penyelundup manusia yang beroperasi di Libya. Namun, pengadilan Italia mengatakan tidak memiliki cukup bukti bahwa kedua lembaga tersebut memiliki hubungan dengan penyelundupan manusia dan memfasilitasi imigran ilegal ke Italia.

"Orang-orang ini harus tahu bahwa Italia tidak lagi ingin menjadi bagian dari bisnis imigrasi gelap ini dan mereka harus mencari pelabuhan lain untuk dituju," kata Salvini.

Salvini pun juga mengatakan bahwa Italia akan mengajukan proposal tentang kebijakan imigrasi ke Uni Eropa dalam dua atau tiga hari ke depan. (agi/agi)