Melalui surat perintah yang ditandatangani pada Rabu (20/6) itu, Trump menetapkan bahwa keluarga imigran harus ditahan bersama ketika ditangkap memasuki AS secara ilegal. Namun, pelanggaran mereka akan tetap diproses.
"Ini masalah menyatukan keluarga dan di saat yang sama memastikan bahwa kami memiliki perbatasan yang kuat," ujar Trump, sebagaimana dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bawah kebijakan tersebut, pihak berwenang dapat mendakwa imigran yang tertangkap menyeberangi perbatasan Meksiko secara ilegal. Sementara orang dewasa di penjara, anak-anak mereka dikirim ke tempat penampungan pemerintah.
Namun, menurut sejumlah pengamat, kebijakan surat perintah baru ini tetap saja menimbulkan masalah lanjutan.
"Perintah ini akan menggantikan krisis satu dengan lainnya. Anak-Anak tidak seharusnya ada di penjara, meski bersama orang tua mereka sekali pun," ucap mantan direktur eksekutif Uni Kebebasan Sipil Amerika, Anthony Romero.
Lebih jauh, kini timbul pertanyaan mengenai cara untuk mempersatukan kembali 2.342 anak yang sudah dipisahkan dari orang tuanya selama 5 Mei sampai 9 Juni lalu.
Untuk menangani permasalahan imigran ini, Kongres AS mempertimbangkan sejumlah kemungkinan aturan baru.
Pada Kamis (21/6), Dewan Perwakilan AS juga dijadwalkan menggelar pemungutan suara untuk dua aturan mengenai penghentian kebijakan pemisahan keluarga dan sejumlah masalah imigrasi lainnya. (has)