Kim Jong-un dan Xi Jinping Sepakat Perkuat Kerja Sama Taktis

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 21/06/2018 19:38 WIB
Kim Jong-un dan Xi Jinping Sepakat Perkuat Kerja Sama Taktis Kim Jong-un (kiri) dan Xi Jinping (kanan) sepakat memperkuat kerjasama kedua negara. (KCNA/via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden China Xi Jinping sepakat memperkuat kerja sama "strategis dan taktis" antara kedua negara dalam pertemuan bilateral di Beijing, Selasa (20/6).

Menurut kantor berita Korut, KCNA, dalam pertemuan itu Kim berjanji kepada Xi akan bekerja sama dengan pemeritah China demi mengamankan "perdamaian sejati" dalam membuka "masa depan baru" di Semenanjung Korea.

Meski begitu media corong pemerintah itu tak menjelaskan secara rinci bentuk penguatan kerja sama yang dimaksud.


Dalam kesempatan yang sama, Xi mengatakan kepada Kim bahwa upaya bersama antara kedua negara bertetangga ini bisa turut menjamin perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.
"Saya memiliki keyakinan bahwa dengan upaya bersama China dan Korea Utara, hubungan kami pasti akan dapat menguntungkan kedua negara dan kedua bangsa," bunyi laporan kantor berita Xinhua mengutip ucapan Xi.

Dilansir Reuters, KCNA juga melaporkan bahwa kedua pemimpin turut membahas hasil pertemuan puncak Korea Utara dan Amerika Serikat di Singapura pada 12 Juni lalu.

"Mereka bertukar pandangan secara serius terkait situasi baru saat ini," bunyi laporan KCNA.

Setelah Kim melaporkan hasil pertemuannya dengan Presiden Donald Trump kepada Xi, kedua pemimpin disebut mencapai pemahaman bersama mengenai pelucutan senjata di Semenanjung Korea.
Ini merupakan kunjungan Kim yang kedua kalinya ke Beijing. Sebelum menemui Xi, Kim dilaporkan menyempatkan diri ke institut agrikultur yang dikelola oleh Chinese Academy of Agricultural Sciences.

Seusai bertemu Xi, pemimpin negara terisolasi itu juga sempat berkunjung ke pusat kendali lalu lintas di pusat Kota Beijing sebelum pulang ke Pyongyang, Rabu.

Dalam lawatannya kali ini, Kim berjanji untuk memprioritaskan pembangunan ekonomi negara setelah setelah sekian lama berpaku pada pengembangan senjata nuklirnya.

Sejak beberapa bulan terakhir, Korut terus menunjukkan keterbukaannya kepada dunia. Pyongyang bahkan telah menangguhkan program rudal dan nuklirnya seiring dengan upaya memperbaiki hubungan dengan Washington.
Setelah pertemuan Kim dan Trump berlangsung, Korut juga terus menunjukkan kemajuan pembangunan ekonominya. Dalam beberapa bulan terakhir, media Korut sering menekankan kemajuan dalam sektor pertanian dan industri negara.

(aal)