Erdogan Pangkas Jumlah Kementerian Jika Menang Pemilu

Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 22/06/2018 15:48 WIB
Erdogan Pangkas Jumlah Kementerian Jika Menang Pemilu Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan akan memangkas jumlah kementerian jika menang Pemilu. (AFP Photo/Pool/Emrah Yorulmaz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan akan memangkas jumlah kementerian menjadi hanya 16 institusi dan mempercepat proses pengambilan keputusan dalam pemerintahan jika ia memenangkan pemilihan umum pada Minggu (24/6) dan mendapatkan kekuasaan eksekutif.

Warga Turki akan menyampaikan suaranya dalam pemilu presidensial dan parlementer akhir pekan ini. Erdogan berupaya memperpanjang kekuasaannya yang sudah berlangsung 15 tahun dan mendapatkan perluasan kekuasaan yang menurutnya diperlukan untuk mengatasi ancaman ekonomi serta keamanan.

"Ketika saya menjadi perdana menteri ada 37 kementerian. Kami memangkasnya jadi 26. Kini kami akan menguranginya jadi 16," kata Erdogan dalam wawancara dengan ATV yang dikutip Reuters, Kamis (21/6).


Jajak pendapat menunjukkan pemilu mungkin berlangsung lebih ketat ketimbang yang diperkirakan ketika Erdogan memutuskan akan menggelar pemilu sela, April lalu. Survei menunjukkan ia mungkin terpaksa menjalani pemilu dua putaran dan bisa kehilangan mayoritas di parlemen yang terdiri dari 600 kursi.
Dia selama ini menyatakan partainya, AKP, bisa mencoba membentuk koalisi jika gagal mengamankan mayoritas di parlemen. Prospek ini dikhawatirkan para investor bisa berujung pada kebuntuan politik.

Berbicara pada Kamis malam, Presiden menyatakan jumlah kementerian di bidang perekonomian akan dikurang jadi tiga, dari enam.

"Dengan sistem baru kita bisa mengurangi birokrasi. Kita bisa mengambil keputusan lebih cepat, semua layanan akan berorientasi pada hasil," ujarnya.

Selain kementerian, sembilan badan kebijakan akan dibentuk untuk bertanggung jawab langsung pada presiden. Kesembilannya bergerak di bidang seperti sosial, kesehatan dan kebijakan luar negeri, kata Erdogan.
Para pejabat pada bulan lalu menyatakan Erdogan berencana untuk mempermulus gerak pemerintah jika kembali terpilih, menaungi tim manajemen perekonomian dalam satu atap untuk meningkatkan kolaborasi antara Kementerian Perbendaharaan dan Kementerian Keuangan.

Salah seorang sumber saat itu mengatakan langkah tersebut akan menyederhanakan urusan dengan badan pemerintahan, seperti pengajuan insentif investasi untuk perusahaan di Turki.

Wakil Perdana Menteri Mehmet Simsek saat ini bertanggung jawab atas perekonomian, meski menteri ekonomi, keuangan, perdagangan dan pertumbuhan masing-masing memegang posisi yang berkaitan dengan perekonomian.

(aal)