Rudal di Langit Riyadh Getarkan Kaca Gedung KBRI Arab Saudi

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 25/06/2018 14:59 WIB
Rudal di Langit Riyadh Getarkan Kaca Gedung KBRI Arab Saudi Ilustrasi rudal Houthi. (Houthi War Media/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Empat ledakan keras terdengar di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, Minggu (24/6) sekitar pukul 20.40 waktu setempat. Serangan empat rudal dari pemberontak Houthi di Yaman, yang berhasil ditangkal Arab Saudi itu menggetarkan seluruh kaca gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Minggu 24/6).

"Pada Ahad malam, 24 Juni 2018, sekitar pukul 20.40 WAS, kawasan Diplomatic Quarter digegerkan dengan suara sangat keras yang berasal dari empat kali ledakan rudal balistik yang dihadang oleh rudal patriot Saudi. Kaca-kaca bangunan KBRI bergetar keras dampak empat ledakan di langit Riyadh," kata Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel lewat rilis yang diterima CNN Indonesia.com, Senin (26/6).

Juru Bicara Pasukan Koalisi Arab untuk Mendukung Legitimasi di Yaman, Kol. Turki Al-Maliki dalam keterangan resmi yang disiarkan oleh Kantor Berita Saudi Press Agency (SPA) menyatakan bahwa pada pukul 20.39 waktu setempat, Royal Saudi Air Defense Forces (RSADF) telah berhasil mencegat dua rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Sa'dah, Yaman mengarah ke tengah kota Riyadh.



Belum ada info korban yang jatuh akibat serangan rudal tersebut.

"Waktu kejadiaan saya masih berada di ruangan KBRI dan tiba-tiba ada suara menggelegar dan semua kaca bergetar. Saya turun dari lantai tiga dan HP saya berdering ada panggilan dari istri yang juga ketakutan suara gemuruh tersebut," kata Dubes Abegebriel.

"Saya langsung lari ke pos security dan baru ada info dari Pak Syamsuddin, security KBRI bahwa barusan ada rudal yang dihadang oleh rudal patriot. Syamsudin tidak berhasil mengabadikan tabrakan rudal tersebut karena cahaya kilatan benturan yang menyilaukan mata," tambah dia.


Informasi di lapangan menyebutkan sebagian pecahan rudal jatuh di sebuah titik di dalam kawasan Diplomatic Quarter (DQ), komplek semua kedutaan asing di Arab Saudi. Penjagaan akses masuk ke DQ diperketat beberapa saat setelah jatuhnya pecahan rudal tersebut.

Serangan rudal ke Riyadh tersebut adalah yang kelima setelah serangan 4 November 2017 yang menarget Bandara International King Khaled. Serangan kedua terjadi pada 19 Desember 2017.

Adapun serangan rudal dari Houthi yang ketiga,  tiga rudal pada 25 Maret 2018 menyebabkan tewasnya seorang warga Mesir akibat terkena pecahan rudal. Lalu, serangan rudal keempat terjadi pada 9 Mei 2018.

Rudal di Langit Riyadh Getarkan Gedung Kaca KBRI Arab SaudiFoto: Dok. KBRI Riyadh


Total rudal balistik yang berhasil dicegat Saudi ke wilayahnya, mayoritas ke wilayan Jizan dan Najran, berjumlah lebih dari 155 rudal.

Dalam mengantisipasi dan melindungi warga Indonesia (WNI) yang tinggal di Saudi, KBRI sudah menyiapkan CMT (Crisis Management Team), sebuah tim reaksi cepat yang dikomandani Atase Pertahanan KBRI, Kol. Inf. Drajat Bima Yoga untuk mengevakuasi para WNI yang berada di kawasan rawan seperti Najran dan Jizan yang berada di perbatasan Saudi-Yaman.

Dalam surat pribadinya kepada Dubes RI, Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Abdulaziz bin Saud bin Naif bin Abdulaziz Al Saud menegaskan bahwa Arab Saudi berkomitmen untuk melindungi semua ekspatriat Indonesia yang berada di Saudi dari serangan rudal-rudal tersebut.

"Pangeran Abdulaziz juga menegaskan bahwa angkatan Udara Saudi mampu menangkis serangan-serangan tersebut," kata Dubes Abegebriel.

(nat)