AS Minta Erdogan Perkuat Demokrasi Turki

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Selasa, 26/06/2018 18:03 WIB
AS Minta Erdogan Perkuat Demokrasi Turki Erdogan diminta memperkuat demokrasi oleh AS, setelah terpilih kembali menjadi presiden lewat pemilu akhir pekan lalu. (REUTERS/Stoyan Nenov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan menghormati keputusan warga Turki kembali memilih Recep Tayyip Erdogan sebagai presiden, tapi mendorongnya untuk memperkuat demokrasi.

"Kami mendorong semua perwakilan terpilih Turki, termasuk Presiden Erdogan, untuk mewakili pandangan beragam seluruh warga Turki dan memperkuat demokrasi Turki," kata seorang juru bicara yang enggan disebutkan namanya, dikutip Reuters, Selasa (26/6).

Juru bicara tersebut juga mengatakan AS berharap bisa membangun hubungan konstruktif dengan Erdogan dalam menghadapi tantangan bersama.


Komite pemilihan umum Turki telah mengonfirmasi kemenangan Recep Tayyip Erdogan dalam pemilu presiden, Minggu. Kantor berita Anadolu juga menunjukkan bahwa Erdogan memenangkan suara mayoritas penuh.
Berdasarkan data, Erdogan memenangkan 52,5 persen suara, sementara Ince yang sempat diperkirakan akan memberikan perlawanan ketat hanya meraup 31,7 persen.

Pemungutan suara di Turki diikuti sekitar 60 juta pemilih yang tersebar di 81 provinsi. Pemilu ini digelar berbarengan dengan pemilihan anggota parlemen.

Berbeda dengan Amerika Serikat, Inggris menyatakan selamat kepada Erdogan atas kemenangannya. Perdana Menteri Theresa May menyatakan berharap kedua negara bisa terus bekerja sama dalam bidang keamanan.

"Perdana Menteri menegaskan pentingnya hubungan bilateral ... dan menyatakan keinginannya untuk terus bekerja sama dengan Presiden Erdogan terkait prioritas bersama, termasuk kerja sama keamanan, perdagangan dan investasi, situasi di Suriah dan mendukung penyelesaian politik di Cyprus," bunyi pernyataan kantor May.
Presiden Perancis Emmanuel Macron pun dikabarkan telah mengucapkan selamat kepada pemimpin yang telah berkuasa selama lebih dari 15 tahun itu.

"Presiden Perancis telah mengucapkan selamat kepada Recep Tayyip Erdogan dan mendoakan warga Turki keberhasilan di bidang ekonomi dan perkembangan sosial negaranya dan pada fungsi demokratis institusinya," kata seorang sumber di Elysee.

Macron menekankan pentingnya dialog lebih santai antara Turki dan Uni Eropa, kata sumber tersebut.

Erdogan, pemimpin paling populer sekaligus memecah-belah dalam sejarah modern Turki, selama ini dikritik karena menghancurkan independensi pengadilan dan kebebasan pers menyusul kudeta gagal 2016 lalu.

(aal)