Pengawas Pemilu Sebut Oposisi Turki Tak Diperlakukan Adil

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Senin, 25/06/2018 21:29 WIB
Pengawas Pemilu Sebut Oposisi Turki Tak Diperlakukan Adil Ilustrasi pemilu Turki. (REUTERS/Osman Orsal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) menyatakan partai-partai oposisi Turki tak diperlakukan dengan adil selama kampanye hingga pemilihan umum digelar.

OSCE juga menyatakan petahana Presiden Recep Tayyip Erdogan dan partai penguasa menikmati banyak keuntungan, termasuk di Media.
"Larangan yang kami lihat terjadi pada kebebasan fundamental berdampak pada pemilu ini. Saya berharap Turki mencabut larangan itu sesegera mungkin," kata Ignacio Sanchez Amor, kepala misi pengawas OSCE di Turki, dikutip Reuters pada Senin (25/6).

Komite pemilihan umum Turki telah mengonfirmasi kemenangan Recep Tayyip Erdogan dalam pemilu presiden. Kantor berita Anadolu juga menunjukkan bahwa Erdogan memenangkan suara mayoritas penuh.


Berdasarkan data, Erdogan memenangkan 52,5 persen suara, sementara Ince yang sempat diperkirakan akan memberikan perlawanan ketat hanya meraup 31,7 persen.

Pemungutan suara di Turki diikuti sekitar 60 juta pemilih yang tersebar di 81 provinsi. Pemilu ini digelar berbarengan dengan pemilihan anggota parlemen.
Setelah Erdogan dan partainya, AKP, dinyatakan sebagai pemenang, Dewan Pemilu Tinggi Turki (YSK) menyatakan proses pemungutan suara berjalan dengan sehat.

Berbicara kepada wartawan di Ankara, Kepala YSK Sadi Guven mengatakan pihaknya telah menghitung 99,1 persen suara, dan hasil akhir resmi akan diumumkan dalam waktu 10 hingga 11 hari.

(aal)