Perempuan asal Serang, Banten, ditahan kepolisian Malaysia karena dituduh membunuh Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, pada Februari 2017 lalu di Bandara Kuala Lumpur.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, mengatakan permintaan itu akan disampaikan saat Jokowi menerima kunjungan Perdana Menteri Mahathir Mohamad di Istana Bogor, Jumat (29/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mahathir Mohamad Kunjungi Indonesia Besok |
Selain Siti dan Doan, ada empat warga Korut yang diduga turut terlibat dan dianggap otak dibalik kasus ini. Namun, keempatnya telah kabur ke negara asal tak lama setelah pembunuhan terjadi.
Arrmanatha mengatakan isu perlindungan WNI memang menjadi perhatian kedua pemimpin. Jokowi dan Mahathir juga akan membahas peningkatan perlindungan warga Indonesia di Malaysia, terutama tenaga kerja.
"Perlindungan WNI pasti akan dibahas kedua pemimpin dalam pertemuan mereka karena seperti yang kita tahu bahwa ada sedikitnya 2,5 juta WNI di Malaysia."
Lihat juga:Menteri Tambahan Malaysia Dilantik Awal Juli |
MoU tersebut menjadi alat pemerintah mengikat Malaysia untuk lebih berkomitmen meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia agar meminimalisir kasus kekerasaan dan eksploitasi terhadap TKI.
TKI bakal jadi bahasan Presiden Jokowi dan PM Mahathir, Jumat ini. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A) |
"Seperti kita ketahui, pemerintahan Malaysia baru terbentuk kurang dari sebulan. Mereka sampai saat ini juga belum menunjuk menteri luar negeri sehingga pembahasan detailnya belum bisa dilakukan."
Selain isu WNI, Jokowi dan Mahathir akan membahas upaya penguatan kerja sama kedua negara, terutama dalam hal ekonomi. Berdasarkan data Kemlu, Malaysia merupakan rekanan dagang terbesar ketujuh bagi Indonesia dengan nilai perdagangan mencapai US$17,2 miliar pada 2017 lalu.
Malaysia, papar Arrmanatha, juga merupakan mitra investasi terbesar kedelapan bagi Indonesia dengan nilai penanaman modal mencapai US$1,2 miliar pada tahun lalu.
Tak hanya masalah bilateral, kata Arrmanatha, kedua pemimpin juga akan membahas sejumlah isu kawasan dan global yang menjadi perhatian, termasuk ASEAN dan isu Palestina.
"Isu Palestina juga akan menjadi perhatian, terlebih kedua negara juga baru saja menghadiri pertemuan Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestine Development (CEAPAD) III di Bangkok, Thailand, kemarin."
(aal)
TKI bakal jadi bahasan Presiden Jokowi dan PM Mahathir, Jumat ini. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)