Kushner Temui Para Intelijen Timteng Bahas Israel-Palestina

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 29/06/2018 00:26 WIB
Kushner Temui Para Intelijen Timteng Bahas Israel-Palestina Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump, bertemu dengan sejumlah kepala intelijen negara-negara Timur Tengah bahas rencana perdamaian Israel-Palestina. (Reuters/Jonathan Ernst/File Photo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah kepala badan intelijen dari Israel, Arab Saudi, Mesir, Yordania, dan Palestina dikabarkan secara diam-diam menggelar pembicaraan soal proses perdamaian Israel-Palestina.

Dilansir media Perancis, Intelligence Online, Kamis (28/6), para kepala intelijen tersebut diundang dalam pertemuan yang digelar para utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk proses perdamaian Timur Tengah. Mereka adalah Jared Kushner, menantu sekaligus penasihat senior Gedung Putih, dan Jason Greenblatt, pengacara sekaligus penasihat Trump soal Israel.

Hadir dalam konferensi tersebut antara lain, Kepala Intelijen Jenderal Yordania Adnan al-Issam al-Jundi, Kepala Mukhabarat Mesir, Jenderal Abbas Kamel, Kepala Intelijen Arab Saudi, Khaled bin Ali al-Humaidan, dan Kepala Badan Intelijen Israel (Mossad) Yossi Cohen. Dalam pertemuan itu, hadir pula Ketua Intelijen Palestina, Majed Faraj.



Menurut situs Intelligence Online, Faraj adalah orang yang diinginkan Amerika Serikat untuk menggantikan Mahmoud Abbas sebagai Presiden Palestina.

Faraj juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dua bulan lalu membicarakan situasi di Otoritas Palestina jika Abbas telah mundur dari jabatannya.

Dilansir i24news.tv, tidak diketahui kapan pertemuan rahasia itu digelar. Namun Kushner dan Greenblatt mengakhiri lawatan di sejumlah negara di Timur Tengah pada pekan lalu. Antara lain, Yordania, Arab Saudi, Mesir, Qatar dan Israel.


Kushner dan Greenblatt ditugasi Trump untuk menegosiasikan perdamaian Israel-Palestina yang buntu setelah AS memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.

Sejak itu, para pejabat Palestina menolak untuk bertemu mitranya dari Amerika Serikat, yang dianggap tidak lagi imparsial dan berpihak pada kepentingan Israel.

Dalam wawancara dengan surat kabar Palestina, Al Quds, Kushner, suami putri Trump, Ivanka, menyatakan bahwa AS siap untuk bekerja sama dengan warga Palestina guna membangkitkan kembali perundingan perdamaian dengan Israel. "Sebuah kesepakatan sedang digodok dan akan diungkapkan dalam waktu dekat," tulis 124news.tv.


Amerika Serikat dikabarkan sedang menggalang dukungan dari negara-negara Arab atas rencana perdamaian yang mereka rancang. Hubungan antara Israel dan sejumlah negara Arab, seperti Arab Saudi kian menghangat di tengah kesamaan kepentingan dan musuh bersama yakni Iran. Yordania dan Mesir adalah dua negara Arab yang memiliki traktat perdamaian dengan Israel.


(rgt/nat)