FOTO: Pertempuran Sengit Merebut Kota di Filipina dari ISIS

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 05/07/2018 20:55 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Berkendara lapis baja dan senjata lengkap, tentara Filipina berhasil memukul mundur BIFF, kelompok pro-ISIS yang sudah menguasai Kota Datu Paglas selama 12 jam.

Dengan kendaraan lapis baja dan senjata lengkap, tentara Filipina berhasil memukul mundur BIFF, kelompok militan pro-ISIS yang sudah menguasai Kota Datu Paglas selama 12 jam. (Sgt Christian Santos/33rd IB/6th IB/Armed Forces of the Philippines/Handout via Reuters)
Begitu sengit pertempuran tersebut, empat militan BIFF tewas dan dua lainnya terluka. Seorang tentara juga ikut terluka. (Sgt Christian Santos/33rd IB/6th IB/Armed Forces of the Philippines/Handout via Reuters)
Militer menyatakan bahwa mereka akan terus menggagalkan rencana BIFF menebar teror di tengah masyarakat. (Sgt Christian Santos/33rd IB/6th IB/Armed Forces of the Philippines/Handout via Reuters)
Saat bentrokan terjadi, militer sudah mengevakuasi ratusan warga ke sejumlah tempat penampungan. (Sgt Christian Santos/33rd IB/6th IB/Armed Forces of the Philippines/Handout via Reuters)
Para warga diperintahkan tetap berada di tempat penampungan itu sampai aparat memastikan kota tersebut bebas dari ranjau dan bom BIFF yang mungkin masih aktif. (Sgt Christian Santos/33rd IB/6th IB/Armed Forces of the Philippines/Handout via Reuters)
Operasi ini dilancarkan di tengah kekhawatiran setelah Presiden Rodrigo Duterte memperingatkan bahwa sisa kelompok militan pro-ISIS Marawi mungkin menggalang kekuatan kembali untuk menebar teror. (Sgt Christian Santos/33rd IB/6th IB/Armed Forces of the Philippines/Handout via Reuters)
Menurut Duterte, tujuan akhir para kelompok pro-ISIS itu adalah mendirikan negara Islam yang independen di selatan Filipina. (Sgt Christian Santos/33rd IB/6th IB/Armed Forces of the Philippines/Handout via Reuters)
Militer pun melakukan gempuran untuk menumpas sisa ISIS. Berdasarkan data pemerintah, lebih dari 40 gerilyawan BIFF tewas dalam empat bulan terakhir akibat serangan udara dan darat militer di wilayah tersebut. (Sgt Christian Santos/33rd IB/6th IB/Armed Forces of the Philippines/Handout via Reuters)