AS Tegaskan Sanksi Berlaku Sampai Denuklirisasi Korut Rampung

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 08/07/2018 15:34 WIB
AS Tegaskan Sanksi Berlaku Sampai Denuklirisasi Korut Rampung Menlu AS Mike Pompeo menjamin tetap memberlakukan sanksi ekonomi kepada Korea Utara hingga denuklirisasi di negara itu seutuhnya tuntas. (Reuters/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menyatakan sanksi bagi Korea Utara akan tetap berlaku sampai Pyongyang melakukan denuklirisasi secara tuntas.

"Sanksi akan tetap berlaku sampai final. Denuklirisasi sepenuhnya sebagaimana disepakati oleh Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un," kata Pompeo di Tokyo, Minggu (8/7), usai pertemuan dengan pihak Jepang dan Korea Selatan.

"Meski kami bersemangat akan kemajuan dari pembicaraan soal ini, hanya kemajuan saja tidak menjadi alasan dari pelonggaran sanksi yang telah ada," lanjutnya.


Sebelumnya, Pompeo mengadakan pembicaraan dengan pejabat Korea Utara selama lebih dari delapan jam di Pyongyang, Jumat (6/7).


Kedatangannya di Pyongyang bermaksud menyempurnakan kesepakatan yang telah terjadi antara Presiden AS Donald Trump dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un di Singapura, beberapa waktu lalu.

Pompeo menyebut perbincangannya dengan pihak Korea Utara berlangsung secara positif. Namun, beberapa jam usai ia meninggalkan Pyongyang, Korea Utara mengeluarkan pernyataan bernada amarah.

Pyongyang mengeluarkan penyataan yang menolak permintaan Washington untuk melakukan denuklirisasi secara cepat dan menyebutnya sebagai 'permintaan gangster'.

Pompeo yang sudah berada di Tokyo ketika pernyataan Pyongyang muncul, mengatakan bahwa diskusi antara pihaknya dengan Korea Utara akan tetap berjalan 'dengan itikad baik'.

"Bila permintaan itu seperti permintaan dari gangster, maka dunia adalah gangsternya. Karena ada keputusan bulat di Dewan Keamanan PBB terkait apa yang harus kami capai," tutur Pompeo.


Pompeo juga bersikeras bahwa Pyongyang telah berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi secara luas dan sementara sejumlah jaminan keamanan bisa diberikan, namun tidak dengan sanksi.

"Berbagai jenis senjata dan rudal, itulah definisi luas dari denuklirisasi dan Korea Utara mengerti hal tersebut dan tidak menentangnya," terang dia.

"Akan ada verifikasi yang berkaitan dengan denuklirisasi lengkap, itu yang disepakati oleh Presiden Trump dan Pemimpin Kim. Akan ada sejumlah hal dilakukan untuk membantu mendapatkan jaminan keamanan seperti Korea Utara butuhkan," lanjutnya.

Namun, ia memastikan sanksi ekonomi adalah hal yang berbeda. Ia menyebut dunia akan melihat aksi tegas berkelanjutan AS di hari dan pekan yang akan datang. (end/bir)