Malam Pertama Donald Trump di Inggris Diganggu Demonstran

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 01:26 WIB
Malam Pertama Donald Trump di Inggris Diganggu Demonstran Donald Trump-Melania Trump. (REUTERS/Yuri Gripas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah demonstran menggruduk kediaman duta besar Amerika Serikat (AS) Winfild House di Regenet's Park, London.

Mengutip Reuters, di rumah dubes itu, Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump akan menghabiskan malam pertamanya di Inggris. Sementara ratusan polisi telah dikerahkan untuk melindungi Trump yang sudah tiba di ibu kota Inggris beberapa jam lalu itu.

Pagar baja setinggi tiga meter dibentangkan untuk melindungi aksi warga yang protes. Sejumlah spanduk dan poster ditunjukkan para demonstran untuk mengutuk beberapa kebijakan kontroversial politisi Partai Republik AS dan istirnya itu.



Beberapa peserta aksi berteriak agar Trump dan Melania tidak boleh tidur di London. Tulisan "Stop Lying Trump", "Trump Not Welcome", dan "Say No To Racism, Say No To Trump" dijunjung tinggi oleh peserta aksi demo.

Di tengah aksi demo, Trump dan Melania tetap bertolak ke Blenheim Palace untuk menghadiri undangan makan malam dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May dan para pemimpin bisnis Inggris. Dalam lawatannya, Trump juga akan bertemu Ratu Inggris Elizabeth.

Namun, setibanya di Blenheim Place kehadiran keduanya juga tetap disambut aksi protes oleh masyarakat Inggris.

Saat menginjakkan kakinya di London, Trump tetap menebar senyum dan mengatakan jika warga Inggris, merujuk pada demontran, sangat menyukainya.

Sebelumnya, da kampanye unik terjadi di Inggris dalam beberapa pekan ini. Kampanye tersebut berusaha menjadikan lagu American Idiot yang dipopulerkan band asal Amerika Serikat, Green Day pada 2004, kembali populer di negara itu.


CNN menyebut tujuan kampanye ini adalah untuk menyambut presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan melakukan kunjungan resmi ke Inggris pada Jumat (13/7)

Kampanye bertajuk "Get American Idiot to No. 1 for Trump's UK Visit" tersebut muncul di facebook, dan telah disukai oleh lebih dari 22 ribu orang.

Trump dijadwalkan akan menemui Ratu Elizabeth dan Perdana Menteri Inggris Theresa May, namun ia tidak singgah Downing Street demi menghindari aksi protes yang dikabarkan bakal diselenggarakan di kawasan tersebut.

Selain kampanye lagu American Idiot untuk menyambut kedatangan Trump, ada lagi kampanye lain bernama "Stop Trump" berupa parade warga Inggris di London pada Jumat (13/7).

Seperti diberitakan CNN, yang menarik dari kampanye ini adalah rencana penerbangan balon udara setinggi enam meter berbentuk bayi mirip Donald Trump di sekitar gedung parlemen.

(DAL/DAL)