Ke Inggris, Trump Kritik PM Theresa May soal Brexit

CNN International, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 10:25 WIB
Ke Inggris, Trump Kritik PM Theresa May soal Brexit Presiden AS Donald Trump (tengah) mengkritik PM Inggris Theresa May (kiri) di sela kunjungannya ke negara tersebut. (Geert Vanden Wijngaert/Pool via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Inggris pada Kamis (13/7) waktu setempat dan berbicara dengan sebuah tabloid terkemuka, di mana ia mengutarakan perbedaan pendapatnya dengan Perdana Menteri Theresa May soal Brexit.

"Saya mengatakan kepadanya bagaimana cara untuk melakukan itu. Itu terserah kepadanya. Tapi saya katakan kepada dia bagaimana cara melakukannya. Dia ingin mengambil jalan lain," kata Trump, menurut rekaman suara wawancara yang diunggah The Sun, dikutip CNN.
Trump mengatakan May "tidak mendengarkan" pandangannya soal cara negosiasi perceraian Inggris dari Uni Eropa, tapi menurutnya itu "tak mengapa."

"Dia mesti bernegosiasi dengan cara terbaik yang ia tahu, tapi sayang sekali apa yang terjadi," kata Trump.


Komentar Trump dalam wawancara itu merupakan kritik yang tak biasa dilontarkan kepada seorang pemimpin negara asing dalam kunjungan ke negara yang bersangkutan. Trump disambut oleh May dalam upacara megah hanya beberapa jam sebelum isi wawancara itu dirilis.

Wawancara Trump dengan surat kabar itu dilakukan setelah pertemuannya dengan anggota NATO di Brussels dan jelang lawatan ke Ratu Elizabeth II. Wawancara itu juga menyusul pengumuman May soal jalan keluar Brexit yang dikritik oleh anggota pemerintahannya sendiri, termasuk Boris Johnson yang mengundurkan diri pada Senin lalu.
Kepada The Sun, Trump mengatakan pendekatan May yang ingin mempertahankan sebagian hubungan dengan UE akan "memengaruhi perdagangan dengan Amerika Serikat, sayangnya secara negatif," dan merujuk sikap keras pemerintahannya dengan blok Benua Biru.

"Jika mereka melakukan itu, kesepakatan dagang mereka dengan AS kemungkinan tak akan tercapai karena kami punya cukup banyak kesulitan dengan Uni Eropa."

Sementara, dia memuji Johnson sebagai "seorang yang sangat berbakat," menyesalkan pengunduran dirinya dan menyebutnya bisa jadi kepala pemerintahan yang baik.

"Saya hanya mengatakan bahwa saya pikir dia bisa jadi perdana menteri yang hebat," kata Trump. "Saya pikir dia mampu, dan saya pikir dia punya sikap yang tepat untuk jadi perdana menteri hebat."

(aal)