Ada Demonstrasi, Trump Merasa Tak Diterima di London

CNN International, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 16:35 WIB
Ada Demonstrasi, Trump Merasa Tak Diterima di London Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku merasa tak diterima di London, di sela kunjungan kenegaraannya ke Inggris yang diwarnai aksi demonstrasi. (REUTERS/Peter Nicholls)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku merasa tak diterima di London, di sela rangkaian acara kunjungan kenegaraannya ke Inggris.

Hal itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan tabloid The Sun yang dikutip CNN pada Jumat (13/7).
"Dulu saya suka London sebagai kota. Saya sudah lama tak ke sana. Tapi ketika mereka membuat kita merasa tak disambut, untuk apa saya tinggal di sana?" kata Trump.

Kedatangan Trump ke Inggris disambut demonstrasi. Bahkan, sejumlah demonstran juga mendatangi kediaman duta besar Amerika Serikat di London, di mana Presiden AS dan istri akan menghabiskan malam.


Selain itu, ada juga rencana menerbangkan balon bayi berwajah Trump di ibu kota. Dalam wawancara, hal itu pun turut dibahas oleh orang nomor satu AS.

"Saya rasa ketika mereka menerbangkan balon untuk membuat saya merasa tak disambut, tak ada alasan untuk saya pergi ke London," ujarnya.
Walau demikian, Trump mengatakan publik Inggris menyukainya dan "banyak orang senang" dengan kedatangannya.

Selain menyinggung penerimaan warga London, dalam wawancara yang sama, Trump juga sempat mengkritik Perdana Menteri Theresa May soal pendekatannya pada Brexit.

"Saya mengatakan kepadanya bagaimana cara untuk melakukan itu. Itu terserah kepadanya. Tapi saya katakan kepada dia bagaimana cara melakukannya. Dia ingin mengambil jalan lain," kata Trump.

Komentar Trump dalam wawancara itu merupakan kritik yang tak biasa dilontarkan kepada seorang pemimpin negara asing dalam kunjungan ke negara yang bersangkutan. Trump disambut oleh May dalam upacara megah hanya beberapa jam sebelum isi wawancara itu dirilis.
Wawancara Trump dengan surat kabar itu dilakukan setelah pertemuannya dengan anggota NATO di Brussels dan jelang lawatan ke Ratu Elizabeth II.

Hal itu juga menyusul pengumuman May soal jalan keluar Brexit yang dikritik oleh anggota pemerintahannya sendiri, termasuk Boris Johnson yang mengundurkan diri pada Senin lalu.

(aal)