Ke Inggris, Trump Sebut Boris Johnson Akan Jadi PM yang Hebat

CNN International, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 19:45 WIB
Ke Inggris, Trump Sebut Boris Johnson Akan Jadi PM yang Hebat Presiden Donald Trump menyebut mantan menlu yang baru saja mengundurkan diri akibat krisis Brexit, Boris Johnson, akan menjadi seorang perdana menteri hebat. (Matt Frost/ITV/REX/Shutterstock via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump menyebut mantan menteri luar negeri Inggris yang baru saja mengundurkan diri akibat krisis Brexit, Boris Johnson, akan menjadi seorang perdana menteri hebat.

"Saya tidak ingin membandingkan satu dengan yang lain. Saya hanya mengatakan saya pikir dia akan menjadi perdana menteri yang hebat. Saya pikir dia punya kemampuan itu," ujar Trump kepada The Sun sebagaimana dikutip CNN, Jumat (13/7).
Dalam wawancara yang dilakukan tak lama setelah Trump disambut Perdana Menteri Theresa May setibanya di Inggris itu, Trump menyayangkan Johnson harus mengundurkan diri dari pemerintahan karena perbedaan pendapat mengenai Brexit.

"Saya sangat menghormati Boris. Dia jelas menyukai saya, dan mengatakan hal baik mengenai saya. Saya sedih melihatnya meninggalkan pemerintahan dan saya harap dia kembali pada satu titik," katanya.


"Saya rasa dia adalah wakil yang baik bagi negara Anda."
Boris Johnson sendiri adalah salah satu pejabat yang dijagokan untuk menggantikan May jika suatu saat terjadi penggulingan karena sang PM dianggap tak mampu mengatasi krisis Brexit.

Johnson mengundurkan diri hanya berselang sehari setelah Menteri urusan Brexit, David Davis, mengambil langkah serupa.

Kedua menteri tersebut mundur karena tak setuju dengan hasil rapat pada Jumat pekan lalu, di mana May meminta kabinet mendukung gagasannya untuk keluar dari Uni Eropa, tapi masih menjalin hubungan dagang sedekat mungkin dengan blok tersebut.

Menurut Davis, rencana itu membuat "kendali yang seharusnya dipegang Parlemen menjadi ilusi."

Davis mengkritik keras proposal "buku aturan umum" yang memungkinkan perdagangan bebas itu. Menurutnya, hal itu sama saja seperti "menyerahkan kendali sebagian besar ekonomi kita ke Uni Eropa dan bukan mengembalikan kendali hukum kita dalam artian sebenarnya." (has/has)