Legenda Sepak Bola Argentina Maradona: Hati Saya Palestina

Natalia Santi, CNN Indonesia | Selasa, 17/07/2018 07:51 WIB
Legenda Sepak Bola Argentina Maradona: Hati Saya Palestina Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona menyatakan solidaritas buat Palestina saat bertemu Presiden Mahmoud Abbas di sela Piala Dunia 2018 di Rusia. (REUTERS/Pilar Olivares)
Jakarta, CNN Indonesia -- Legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona menyatakan solidaritas terhadap Palestina dalam pertemuan dengan Presiden Mahmoud Abbas yang sedang menonton pertandingan final Piala Dunia 2018 di Moskow, Rusia. Dalam pertemuan itu, dikabarkan Maradona berkata, "Dalam hati saya, saya seorang Palestina."

Dilansir situs berita Israel, Yediot Aharonot, dalam sebuah pertemuan singkat Maradona menyatakan dirinya simpati pada perjuangan rakyat Palestina sambil memeluk Abbas.

"Saya seorang Palestina. Pria ini menginginkan perdamaian di Palestina. Presiden Abbas punya negara dan punya hak," tulis Maradona di akun Instagramnya, Minggu (15/7).



Sebaliknya, Abbas memuji Maradona dan memberikan hadiah berupa lukisan burung merpati membawa ranting pohon zaitun, lambang perdamaian.

Maradona telah lama menyatakan dukungannya bagi Palestina. Saat menjadi pelatih tim nasional Uni Emirat Arab enam tahun lalu, dia memproklamirkan diri sebagai "suporter nomor satu rakyat Palestina". Setahun kemudian dia mengenakan kafiyeh, dan berseru, "Hidup Palestina!".

Pada 2012 Maradona menegaskan dirinya menghormati dan bersimpati pada perjuangan rakyat Palestina.

[Gambas:Instagram]

Saat Israel menggempur Jalur Gaza pada 2014, Maradona mengkritik Israel dengan menyatakan "Apa yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina adalah memalukan."

Pada tahun yang sama, dia dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk melatih tim sepak bola nasional Palestina selama Piala AFC Asian Cup 2015.

Adapun Abbas, dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kunjungan kehormatan di Moskow, Sabtu (14/7), menyampaikan kekhawatiran soal situasi di kawasan, menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.


"Kami menolak segala upaya yang dilakukan Amerika untuk menerapkan keputusannya dalam masalah yang paling sensitif bagi Palestina," kata Abbas seperti dikutip media Palestina.

Pernyataan Abbas disampaikan dua hari sebelum Putin bertemu Trump di Helsinki, Finlandia Senin (16/7).

(nat)