Tragedi MH17 Jatuh, PM Australia Tak Percaya Putin

Natalia Santi, CNN Indonesia | Rabu, 18/07/2018 00:56 WIB
Tragedi MH17 Jatuh, PM Australia Tak Percaya Putin PM Australia Malcom Turnbull tak percaya bantahan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengaku tidak terlibat dalam jatuhnya pesawat MH17 empat tahun lalu. (REUTERS/Maxim Zmeyev)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump bisa saja mempercayai Presiden Vladimir Putin saat membantah keterlibatan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2016.

Namun Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, mengutip saran Putin sendiri agar tidak percaya pada siapapun, saat ditanya soal bantahan Presiden Rusia itu terkait jatuhnya pesawat MH17.

Empat tahun lalu, pesawat milik Maskapai Penerbangan Malaysian Airlines itu jatuh di Ukraina Timur yang dikuasai pemberontak yang didukung Rusia. Penyelidik internasional menyebut pesawat jatuh akibat ditembak rudal BUK buatan Rusia.


Pesawat Boeing 777 tersebut terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur pada 17 Juli 2014 saat dihantam rudal BUK di Ukraina Utara. Seluruh 298 penumpang dan awak tewas. Dilansir situs berita SBS, 38 di antaranya warga Australia.


"Presiden Putin sendiri yang mengatakan Anda tidak boleh percaya pada siapapun," kata Turnbull dalam wawancara dengan radio 3AW di Melbourne, Selasa (17/7).

"Saya tentu saja tidak percaya Presiden Putin saat dia bilang dia tidak bertanggung jawab atas penembakan MH17, yang hari ini empat tahun."

Empat tahun setelah jatuhnya MH17, Australia masih belum mendapatkan jawaban. Menteri Luar Negeri Julie Bishop dalam peringatan empat tahun jatuhnya MH17.

"Kami tetap teguh mengejar akuntabilitas dan mencari keadilan bagi para korban dan orang-orang yang mereka cintai," kata dia.


Bishop bertemu dengan Polisi Federal Australia (AFP) untuk dibrifing soal jatuhnya pesawat MH17.

"Lebih dari 450 AFP terlibat sejak tragedi tersebut," katanya. "TDalam upaya pencarian dan fase pemulihan dari operasi Juli 2014, juga berperan dalam penyelidikan."

Masalah tragedi penembakan MH17 akan diangkat Bishop yang akan berkunjung ke Inggris dan menemui Menlu barunya Jeremy Hunt. "Australia menghargai dukungan kuat Inggris, termasuk di Dewan Keamanan PBB untuk mendesak Rusia menjawab tidnakannya terkait tragedi itu," kata Bishop.

"Meminta Rusia bertanggung jawab atas perannya dalam penembakan MH17 sangat penting," kata Bishop menambahkan.


Australia dan Belanda telah meminta Rusia untuk menegosiasikan masalah terkait situasi di balik serangan terhadap pesawat MH17 yang juga menewaskan 12 warga Indonesia itu. Para menteri luar negeri negara-negara G-7 juga mendesak Rusia untuk mengakui perannya atas tragedi itu. (nat)