Jokowi Utus Menteri Undang Pimpinan Dua Korea ke Asian Games

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Selasa, 17/07/2018 18:30 WIB
Jokowi Utus Menteri Undang Pimpinan Dua Korea ke Asian Games Presiden Jokowi bakal mengutus menteri senior guna mengundang Presiden Korsel Moon Jae-in dan Pemimpin Korut Kim Jong-un ke Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Presiden Joko Widodo bakal mengutus menteri senior guna mengundang Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Pimpinan Korea Utara Kim Jong-un menghadiri Asian Games 2018.

"Nanti akan ditunjuk salah seorang menteri senior menyampaikan undangan secara langsung baik ke Korea Utara maupun ke Korea Selatan," kata Pramono di kantornya, Jakarta, Selasa (17/7).
Pramono mengatakan surat undangan resmi telah ditandatangani Presiden Jokowi. Undangan merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah Indonesia terhadap reunifikasi Korea Selatan dan Korea Utara.

Menurutnya, Asian Games 2018 bisa menjadi forum yang tepat guna menindaklanjuti pertemuan Moon Jae-in dan Kim Jong-un di Semenanjung Korea beberapa waktu lalu.


"Ini menjadi etalase dunia bahwa Asian games, kalau memang bisa dilakukan, mempersatukan perdamaian dunia," tutur mantan Wakil Ketua DPR ini.

Hal ini sebelumnya sempat dibahas Presiden Jokowi ketika bertemu Duta Besar Korea Selatan di Indonesia Kim Chang-beom serta perwakilan Korea Utara An Kwang-il beberapa waktu lalu.
Saat itu, mereka besama Jokowi berfoto dengan maskot Asian Games, Bhin Bhin, Kaka, dan Atung, sebagai bentuk dukungan penyelenggaraan Asian Games yang dimulai 18 Agustus mendatang.

Menyadari Indonesia akan kehadiran banyak tamu internasional, Pramono meyakini aparat seperti TNI dan Polri telah bersiap mengamankan pelaksanaan Asian Games bulan depan.

"Kami yakin dari hasil laporan dan ratas terakhir mengenai Asian Games, baik Panglima, Kapolri, dan Kepala BIN sudah sangat siap. Sekarang tinggal penyelesaian infrastruktur di beberapa tempat," ucap mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan.

"Mudah-mudahan 22 Juli bisa diselesaikan."

(aal)