Dalam pidatonya di Johannesburg, Afrika Selatan, Selasa (18/7), Obama memperingatkan para pemimpin bahwa dunia telah berjalan "ke masa yang aneh di tengah ketidakpastian."
Meski tidak menyebut nama Trump, Obama memperingatkan bahwa "politik ketakutan serta kebencian" telah menyebar lantaran didorong oleh pemimpin yang mencemooh fakta dan mengatakan kebohongan "tanpa kehilangan rasa malu."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bukan ingin membuat gelisah, tapi hanya menyatakan fakta. Lihatlah sekeliling, pemimpin kuat adalah yang berpengaruh, tiba-tiba, ketika pemilu bergulir dan beberapa kepura-puraan demokrasi tetap dipelihara, mereka yang berkuasa berusaha merusak setiap lembaga atau norma yang memiliki makna demokrasi."
Dalam kesempatan itu, Obama melihat bahwa dunia terancam kembali ke cara "tua" yang lebih berbahaya dan brutal dalam bekerja sama dan melakukan bisnis.
Mengenai hal keimigrasian, Obama menganggap tidak salah jika pemimpin negara menganggap perbatasan negara itu penting. Namun, menurutnya hal itu tak bisa jadi pembenaran untuk menerapkan suatu kebijakan yang berbasis ras, etnis, atau agama tertentu.
"Anda harus percaya pada fakta, tanpa fakta tidak ada dasar untuk kerja sama," kata Obama seperti dilansir AFP.
"Saya tidak bisa menemukan titik temu jika seseorang menganggap perubahan iklim tidak nyata ketika hampir seluruh ilmuwan dunia mengatakan sebaliknya."
Karabo Tima (25), salah satu warga yang hadir dalam acara tersebut, mengatakan sangat menghormati pidato Obama yang menentang kebijakan Trump.
Sejak meninggalkan Gedung Putih, Obama jarang terlihat tampil di hadapan publik. Namun, dia mengatakan pidatonya di HUT Mandela ini dilakukan sebagai penghormatan terhadap mantan Presiden Afrika Selatan yang merupakan salah satu inspirasi besar dalam hidupnya.
Mandela lahir pada 1918 lalu di Cape Town, Afrika. Dia menjadi tokoh global yang dikenal atas upayanya memperjuangkan hak kaum kulit hitam melawan sistem apartheid. Dia juga dikenal atas pesan perdamaian dan rekonsiliasi tak lama setelah bebas dari kurungan penjara selama 27 tahun.
Obama pernah bertemu Mandela pada 2005 lalu. Ia juga sempat memberi pidato perpisahan di pemakaman Mandela pada 2013 lalu.
Obama dan Mandela sama-sama merupakan presiden kulit hitam pertama di negara mereka.
Selain Obama, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, istri Mandela, Graca Machel, merupakan beberapa tamu kehormatan dalam gelaran tersebut.
(aal)