Agen Rusia Tawarkan Seks ke Pejabat AS Demi Akses Politik

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Kamis, 19/07/2018 10:38 WIB
Agen Rusia Tawarkan Seks ke Pejabat AS Demi Akses Politik Seorang agen Rusia bernama Maria Butina dilaporkan menawarkan seks kepada pejabat Amerika Serikat demi mendapatkan akses ke dalam politik Washington. (Press Service of Civic Chamber of the Russian Federation/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang agen Rusia bernama Maria Butina dilaporkan menawarkan hubungan seks kepada pejabat Amerika Serikat demi mendapatkan akses ke dalam politik Washington.

Hal ini terungkap dalam persidangan di mana Butina dihadapkan pada dua tuntutan terkait upaya penyusupan ke pemerintahan AS pada Rabu (18/7). Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara total hingga 15 tahun.

Dalam sidang, jaksa penuntut mengatakan Butina menawarkan hubungan seksual tersebut kepada salah satu pejabat AS demi mendapatkan tempat di dalam Asosiasi Senapan Nasional (NRA), kelompok yang dekat dengan Partai Republik.
Jaksa tidak menyebut nama pejabat itu, tapi CNN mengidentifikasi orang yang dimaksud adalah Paul Erickson, salah satu aktivis dalam NRA.


Butina kemudian secara diam-diam mengeluhkan situasi kehidupan dengan Erickson dan menawarkan hubungan seks ke orang lain "sebagai timbal balik atas posisi di dalam sebuah organisasi kepentingan khusus."

Jaksa menyebut Butina bekerja di bawah kendali seorang pejabat Rusia. Media lokal menyebut orang tersebut adalah Alexander Torshin, sekutu Presiden Vladimir Putin yang kini memegang jabatan senior di bank pusat Rusia.
Butina dan pejabat itu disebut menjalin relasi dengan sejumlah politikus AS untuk menciptakan komunikasi "jalur belakang" yang "dapat digunakan Rusia untuk menembus aparatur pembuat kebijakan nasional AS."

Torshin dilaporkan pernah mengirimkan surat kepada Butina berisi pujian atas kinerja sang agen dalam memukau para pejabat AS.

"Kamu melebihi Anna Chapman," tulis Torshin merujuk pada seorang agen perempuan Rusia yang sering ditugaskan untuk menggoda pejabat AS. Ia dideportasi dalam pertukaran tahanan pada 2010.
Menurut jaksa penuntut, Butina memang menggunakan metode yang sama dengan Chapman. Publik mengenal mereka sebagai perempuan cerdas, agresif, dan menarik.

Dengan pesona mereka, para agen Rusia itu mengelabui dan terus membangun relasi dengan berbagai orang penting di Amerika.

Jaksa kemudian menunjukkan bukti percakapan di mana Butina mengirimkan foto berpose di depan gedung parlemen AS saat pelantikan Presiden Donald Trump. Torshin lantas membalas, "Gadis pemberani!"

The New York Times melaporkan Butina pernah dua kali mencoba mengatur pertemuan rahasia antara Presiden Donald Trump dan Putin di tengah masa kampanye pemilu 2016.
Persidangan ini sendiri digelar hanya beberapa hari setelah AS mendakwa 12 pejabat intelijen Rusia terkait penyelidikan dugaan intervensi pemilihan umum pada 2016, yang disebut-sebut dilakukan Moskow untuk membantu kemenangan Trump.

Namun, pengacara Butina, Robert Driscoll, meminta semua pihak untuk tak mengaitkan kliennya dengan penyelidikan besar-besaran terkait intervensi tersebut.

"Butina bukan bagian dari isu substansial dan serius antara negara ini dengan Rusia sekarang ini," ucap Driscol sebagaimana dikutip CNN. (has/has)