Malaysia Perintahkan Tangkap Dua Eks-pejabat 1MDB
Rinaldy Sofwan | CNN Indonesia
Kamis, 19 Jul 2018 18:50 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyidik Malaysia disebut telah menerbitkan surat perintah penangkapan untuk dua pejabat eksekutif 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) tengah mencari penasihat umum, Jasmine Loo Ai Swan, dan mantan direktur eksekutif, Casey Tang Keng Chee, kata sumber yang enggan disebutkan namanya, dikutip The Star pada Kamis (19/7).
Loo dan Tang belum didakwa dengan pasal apapun, dan masih belum jelas dugaan apa yang menjadi dasar perintah penangkapan.
Belum ada pernyataan dari pihak aparat maupun kedua pejabat 1MDB terkait hal ini.
Kedua pejabat sempat dipanggil untuk diperiksa pada Juni lalu, bersama dua orang lainnya yakni Geh Choh Heng dan Eric Tan Kim Loong.
Singapur telah mencoba mencari Tan sejak 2016 dengan bantuan interpol, berikut penyandang dana bernama Lo Take Jho yang disebut sebagai tokoh sentral dalam skandal ini.
Loo, warga Malaysia yang sempat belajar hukum di Inggris, disebut sebagai "Pejabat 1MDB nomor 3" oleh pemerintah AS, kata orang-orang yang dekat dengan penyelidikan.
Investigasi baru yang digelar Malaysia belum lama ini menjerat mantan Perdana Menteri Najib Razak dengan sejumlah pasal penyelewengan kepercayaan dan korupsi.
Polisi menyatakan telah menyita uang tunai dan aset senilai lebih dari 1 miliar ringgit.
Najib mengaku tak bersalah. Sementara itu, kepala MACC Mohd Shukri Abdull mengatakan penyelidikan nyaris rampung dan pemeriksaan bergantung pada pengumpulan bukti dari luar negeri.
(aal)
Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) tengah mencari penasihat umum, Jasmine Loo Ai Swan, dan mantan direktur eksekutif, Casey Tang Keng Chee, kata sumber yang enggan disebutkan namanya, dikutip The Star pada Kamis (19/7).
Belum ada pernyataan dari pihak aparat maupun kedua pejabat 1MDB terkait hal ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Singapur telah mencoba mencari Tan sejak 2016 dengan bantuan interpol, berikut penyandang dana bernama Lo Take Jho yang disebut sebagai tokoh sentral dalam skandal ini.
Investigasi baru yang digelar Malaysia belum lama ini menjerat mantan Perdana Menteri Najib Razak dengan sejumlah pasal penyelewengan kepercayaan dan korupsi.
Polisi menyatakan telah menyita uang tunai dan aset senilai lebih dari 1 miliar ringgit.
Najib mengaku tak bersalah. Sementara itu, kepala MACC Mohd Shukri Abdull mengatakan penyelidikan nyaris rampung dan pemeriksaan bergantung pada pengumpulan bukti dari luar negeri.
(aal)