Serangan Penikaman di Jerman, Tindakan Cepat Sopir Bus Dipuji

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 21/07/2018 11:41 WIB
Serangan Penikaman di Jerman, Tindakan Cepat Sopir Bus Dipuji Ilustrasi. (REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tindakan sopir bus yang segera menghentikan kendaraan saat terjadi serangan di bus Jerman menuai pujian. Serangan penikaman terjadi di sebuah bus di Jerman Utara, Jumat (20/7). Sembilan orang luka-luka saat seorang pria menikam para penumpang di dalam sebuah bus yang penuh sesak menuju Travemuende, pantai yang populer di Kota Luebeck.

"Beruntung tak ada orang yang meninggal," kata Kepala Kejaksaan Luebeck, Ulla Hingst seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/7).

Menurut kantor berita DPA, Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Schleswig-Holstein, Hans-Joachim Grote menyatakan enam orang luka-luka akibat tikaman pisau dan tiga lagi cedera karena berbagai akibat. Pria tersebut juga menikam pengemudi bus.



"Latar belakang tindakan itu dan bagaimana persisnya itu terjadi masih belum jelas dan masih kami selidiki."

Saat terjadi kegaduhan serangan, sopir bus langsung menghentikan kendaraan sehingga memungkinkan para penumpang melarikan diri.

"Para penumpang melompat keluar dari bus dan berteriak-teriak, sangat mengerikan. Lalu korban yang luka-luka di bawa keluar. Pelaku membawa pisau dapur," kata seorang saksi yang tinggal dekat di tempat kejadian, Lothar H. seperti dilansir Luebecker Nachrichten.


Grote memuji sopir bus yang bertindak dengan cepat dan berani untuk menghindari hal-hal terburuk.

Seorang penumpang wanita menyatakan pelaku menikam dada pria yang baru saja memberikan kursinya kepada seorang nenek.

Pelaku berhasil ditangkap oleh polisi yang kebetulan berada di tempat kejadian.

Jaksa Hingst menyatakan tersangka pelaku adalah seorang warga Jerman keturunan Iran berusia 34 tahun.


"Kami tidak punya indikasi soal radikalisasi politik dalam bentuk apapun," kata Hingst seperti dilaporkan surat kabar Jerman, . Tersangka juga belum mengatakan apa-apa soal insiden itu.


Kantor berita DPA melaporkan pria itu menyalakan tas yang dibawanya dengan akselerator api. Tak ada bahan peledak.

Lewat akun Twitter-nya, polisi Schleswig-Holstein menyatakan "orang-orang terluka. Tak ada yang tewas. Pelaku ditahan dan sekarang dalam tahanan polisi."

Meski motif penyerangan belum jelas, Jerman telah lama mewaspadai serangan ekstremis yang mematikan. Jerman kerap menjadi target kelompok ekstrem Islam, terutama karena terlibat dalam koalisi yang memerangi ISIS serta Afghanistan sejak 2001. Aparat keamanan memperkirakan sekitar 11.000 radikal Islam di Jerman. Sebanyak 980 di antaranya membahayakan dan mampu menggunakan kekerasan.

(nat)