Foto yang diambil 38 North sejak 20 Juli lalu memperlihatkan sejumlah aktivitas berlangsung di situs tersebut, seperti pembongkaran sejumlah gedung yang digunakan untuk merakit kendaraan peluncur luar angkasa dan penyangga mesin roket uji coba.
"Mengingat fasilitas ini diyakini telah memainkan peran penting dalam pengembangan teknologi rudal balistik antarbenua Korut, aktivitas-aktivitas terbaru ini menunjukkan progres yang signifikan dari sisi Korea Utara," bunyi laporan organisasi pemantau berbasis di Washington, Amerika Serikat, pada Selasa (24/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto satelit menunjukkan perlucutan fasilitas rudal Korea Utara. (Planet Labs Inc/Handout via REUTERS) |
Tak lama setelah bertemu Kim Jong-un, Trump mengklaim Korut bersumpah akan menghancurkan situs uji coba rudal besar dalam waktu dekat.
Sejumlah pihak menganggap pertemuan Kim dan Trump tidak menghasilkan kesepakatan signifikan dan jelas soal pelucutan nuklir Korut.
[Gambas:Twitter]
Walaupun begitu, Redaktur Pelaksana 38 North, Jenny Town, menganggap aktivitas di situs Sohae merupakan perkembangan penting yang bisa menjadi dasar agar negosiasi AS dengan Korut soal perlucutan nuklir tetap berjalan.
"Ini bisa (bahkan sangat bisa) berarti bahwa Korut mau menghentikan aktivitas peluncuran satelit dan uji coba rudal serta nuklirnya untuk saat ini," kata Town seperti dikutip The Strait Times.
Awal pekan ini, Kementerian Luar Negeri AS bersama Kementerian Keuangan mengeluarkan peringatan sanksi untuk pebisnis yang berhubungan dengan Korut.
"Para bebisnis harus menerapkan kebijakan uji kelaikan, prosedur, dan kendali internal efektif untuk memastikan kepatuhan terhadap persyaratan hukum yang berlaku di seluruh rantai pasokan mereka," bunyi nota tersebut.
Selama ini Trump mengatakan AS "tidak terburu-buru" dalam bernegosiasi dengan Korut soal denuklirisasi. Dia juga memaparkan Washington tidak menetapkan "batas waktu" bagi Korut untuk merampungkan perlucutan nuklir.
Direktur Intelijen Nasional AS Dan Coats mengatakan bahwa Korut secara teknis mungkin saja menyetop program nuklirnya dalam waktu satu tahun. Namun, dia menganggap hal itu kemungkinan tidak akan terjadi.
(aal)
Foto satelit menunjukkan perlucutan fasilitas rudal Korea Utara. (Planet Labs Inc/Handout via REUTERS)