Sering Tertukar, Selandia Baru Minta Australia Ganti Bendera

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 27/07/2018 11:05 WIB
Sering Tertukar, Selandia Baru Minta Australia Ganti Bendera Ilustrasi bendera Australia. (Lachlan Fearnley/Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaksana tugas Perdana Menteri Selandia Baru, Winston Peters, meminta Australia mengganti bendera yang disebut meniru desain bendera negaranya sehingga menyebabkan kebingungan.

"Kami merancang dan mereka meminjamnya. Dan jika kami ingin menyelesaikan masalah ini, mereka harus mengganti bendera mereka," ucap Peters kepada wartawan, Kamis (26/7).

"Sudah sangat jelas bahwa seluh dunia bingung. Saya pernah berada di negara-negara seperti Turki dan tempat lainnya di mana mereka kebingungan membedakan negara kita [dengan Australia] karena bendera. Ini tidak menolong."
Bendera Selandia dan Australia sama-sama berwarna biru gelap dengan lambang Union Jack di sudut kiri atas sebagai tanda bekas kekuasaan kolonial Inggris.


Satu-satunya yang pembeda adalah bendera Australia memiliki enam bintang putih dan lima di antaranya mewakili Southern Cross. Sementara itu, Selandia baru memiliki empat konstelasi bintang merah.

Peters, yang sementara menjabat PM menggantikan Jacinda Ardern karena sedang cuti melahirkan, mengatakan bahwa Selandia Baru yang lebih dulu menggunakan desain bendera seperti itu.

Pemimpin oposisi pemerintah, Simon Bridges, mengejek pernyataan Peters tersebut dengan menuduhnya seorang populis dan melabelinya sebagai "Donald Trup yang miskin."
Bridges mengatakan warga Selandia Baru lebih prihatin terhadap kondisi ekonomi dan fasilitas kesehatan ketimbang masalah bendera.

"Mereka tidak pernah mengangkat isu perubahan bendera Australia. Ini aneh bahkan dalam standarnya [Peters]," ucap Bridges kepada parlemen seperti dikutip AFP.

Selandia Baru mengadopsi desain bendera negara pada 1902, sementara Australia belum diakui secara resmi sebagai negara hingga 1954.

Namun, bendera Australia telah digunakan secara tidak resmi sejak 1901 dan kedua negara mengatakan persamaan desain bendera adalah hal yang biasa terjadi sepanjang akhir 1800-an.

Selandia Baru pernah mengusulkan referendum perubahan desain bendera pada 2016 lalu. Namun, proposal itu kalah suara. (has)