Ditutup Empat Jam, Kepolisian Israel Buka Kembali Al-Aqsa

Eka Santhika, CNN Indonesia | Sabtu, 28/07/2018 00:15 WIB
Ditutup Empat Jam, Kepolisian Israel Buka Kembali Al-Aqsa Masjid Al-Aqsa yang berada satu komplek dengan Dome of The Rock yang berkubah emas (AFP PHOTO / THOMAS COEX)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Israel telah membuka kembali gerbang mesjid Al-Aqsa pada Jumat (27/7) sore. Umat pun segera menyerbu masuk untuk melakukan shalat begitu gerbang dibuka.

Sebelumnya, kepolisian Israel telah melakukan penutupan gerbang selama empat jam akibat adanya bentrokan dengan jemaah Palestina setelah shalat Jumat dilakukan di tempat itu.

Penutupan dilakukan selama empat jam. Kepolisian Israel tak memperbolehkan siapapun untuk masuk ataupun keluar dari tempat suci ketiga umat Islam tersebut, seperti dilaporkan fotografer AFP.


Kepolisian menyebut bentrokan itu terjadi lantaran seorang jemaat Palestina melempar kembang api kepada petugas usai shalat Jumat.

"(Setelahnya) polisi masuk ke dalam area masjid dan mulai melakukan evakuasi. Selama membubarkan kelompok perusuh, polisi menangkap sejumlah tersangka," jelas kepolisian Israel dalam keterangannya.

Institusi keagamaan yang mengelola Masjid Al-Aqsa, The Waqf, mempublikasikan video yang menunjukkan polisi menembakkan gas air mata kepada umat dari Palestina di dalam kawasan masjid.

Polisi lantas mengepung mesjid Al-Aqsa. Masjid Al-Aqsa sendiri berada dalam satu area dengan Dome of The Rock, yaitu bangunan kubah berlapis emas yang menjadi tempat suci umat Yahudi. Masjid Al-Aqsa terletak berseberangan dengan Dome ini.

Polisi pun menyebut bahwa mereka telah menangkap belasan orang perusuh yang memaksa bertahan didalam bangunan.

Jordan, yang dianggap sebagai penjaga masjid terbesar di tanah Yarusalem itu mengkritik tindakan Israel.

Dalam pernyataannya, juru bicara pemerintah mengutuk tindakan tersebut dan menganggapnya sebagai "pelanggaran dan provokasi terhadap masjid suci Al-Aqsa. Terutama kepada para polisi Israel yang hari ini melakukan penyerbuan dan agresi kepada para jamaah (muslim)".

Ahmed Tibi, seorang Arab di parlemen Israel menuduh pejabat Israel terlalu keras bereaksi. Sebab menurutnya setelah kembang api dilempar tidak ada aksi kekerasan susulan.

"(Situasi) itu tenang, mengapa mereka menutup gerbang?" tuturnya kepada AFP di lokasi kejadian. "Tidak ada yang membenarkan penutupan mereka."


Lokasi ini kerap menjadi salah satu lokasi konflik Israel-Palestina. Sebab, baik Yahudi dan Islam menganggap lokasi ini sebagai tempat suci mereka.

Umat Yahudi percaya bahwa kuil mereka di tempat itu adalah lokasi pertama dan kedua Yudaisme. Mereka percaya bahwa itu adalah lokasi Nabi Ibrahim melakukan penyembelihan anaknya bagi Tuhan. Mereka pun menyebut lokasi itu sebagai Temple Mount (Gunung Kuil).

Sementara dibagian luar situs ini adalah Tembok Barat atau Tembok Ratapan, yang menjadi tempat suci Yahudi lainnya. Tembok Ratapan sendiri merupakan sisa dinding Bait Suci yang hancur ketika Yahudi memberontak pada Kerajaan Romawi pada tahun 70 Masehi. Dalam bentrokan itu umat Yahudi masih diizinkan berdoa di lokasi tersebut.


(eks/eks)