Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui video pernyataan, Minggu (22/7), menyatakan pihaknya membantu evakuasi atas permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin negara-negara lain. Dia juga mengatakan nyawa para pekerja dikhawatirkan terancam.
"Nyawa orang-orang ini, yang telah menyelamatkan nyawa orang lain, kini terancam. Saya karena itu mengizinkan pemindahan mereka via Israel ke negara lain sebagai gestur kemanusiaan yang penting," kata Netanyahu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para anggota kelompok itu, dikenal dengan helm putihnya, mengaku sebagai pihak Netral. Namun, Presiden Suriah Bashar al-Assad dan pendukungnya, termasuk Rusia, menyebut mereka sebagai alat propaganda Barat dan proksi pemberontak Islamis.
Orang-orang yang dievakuasi itu akan ditampung di lokasi "tertutup" di Yordania dan ditempatkan kembali ke Inggris, Jerman dan Kanada dalam waktu tiga bulan, kata sumber.
Sumber kedua mengatakan semula ada 800 orang yang rencananya akan dievakuasi, tapi hanya 422 orang yang berhasil karena operasi terhalangi titik pengecekan pemerintah dan ekspansi kelompok ISIS di wilayah.
Menteri Luar Negeri Yordania Ayman al Safadi melalui pernyataan kementerian mengatakan sempat berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov melalui telepon soal detail misi penyelamatan tersebut.
(aal)