Dibantu Israel, Ratusan 'White Helmets' Suriah Dievakuasi

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 23/07/2018 17:38 WIB
Dibantu Israel, Ratusan 'White Helmets' Suriah Dievakuasi Ilustrasi tentara Israel. (REUTERS/Amir Cohen)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan pekerja bantuan 'White Helmetss' dan keluarga melarikan diri dari pasukan pemerintah Suriah dan melintasi perbatasan ke Yordania di malam hari, dengan bantuan tentara Israel dan negara-negara Barat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui video pernyataan, Minggu (22/7), menyatakan pihaknya membantu evakuasi atas permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin negara-negara lain. Dia juga mengatakan nyawa para pekerja dikhawatirkan terancam.
Netanyahu mengatakan Trump, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan sejumlah pemimpi lain berbicara dengannya belum lama ini terkait penyelamatan White Helmets.

"Nyawa orang-orang ini, yang telah menyelamatkan nyawa orang lain, kini terancam. Saya karena itu mengizinkan pemindahan mereka via Israel ke negara lain sebagai gestur kemanusiaan yang penting," kata Netanyahu.


Kelompok yang secara resmi dikenal sebagai Pertahanan Sipil Suriah itu banyak dipuji di negara Barat dan disebut telah menyelamatkan ribuan nyawa di wilayah kekuasaan pemberontak selama bertahun-tahun serangan bom pemerintah Damaskus.

Para anggota kelompok itu, dikenal dengan helm putihnya, mengaku sebagai pihak Netral. Namun, Presiden Suriah Bashar al-Assad dan pendukungnya, termasuk Rusia, menyebut mereka sebagai alat propaganda Barat dan proksi pemberontak Islamis.
Sumber pemerintah Yordania yang dikutip Reuters menyebut 422 orang dibawa dari Suriah, melintasi Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel, menuju Yordania. Jumlah itu lebih sedikit dari yang sebelumnya diumumkan kementerian luar negeri di Amman, yakni 800.

Orang-orang yang dievakuasi itu akan ditampung di lokasi "tertutup" di Yordania dan ditempatkan kembali ke Inggris, Jerman dan Kanada dalam waktu tiga bulan, kata sumber.

Sumber kedua mengatakan semula ada 800 orang yang rencananya akan dievakuasi, tapi hanya 422 orang yang berhasil karena operasi terhalangi titik pengecekan pemerintah dan ekspansi kelompok ISIS di wilayah.

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman al Safadi melalui pernyataan kementerian mengatakan sempat berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov melalui telepon soal detail misi penyelamatan tersebut.
Suriah dan sekutu Rusia selama ini melakukan serangan di wilayah perbatasan barat daya yang sensitif itu.

(aal)