Hakim Distrik AS di Washington D.C. John Bates mengatakan menunda keputusan itu hingga 23 Agustus untuk memberi kesempatan kepada pemerintah AS mempertimbangkan langkah banding atas keputusan ini.
Bates mengambil keputusan agar pemerintah federal AS melanjutkan program yang dikenal dengan nama DACA ini pada April lalu namun menunda selama 90 hari agar pemerintah memiliki waktu untuk bisa menjelaskan alasan program itu harus dihentikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DACA melindungi sekitar 700 ribu remaja yang sering disebut sebagai "Pemimpi", dari upaya deportasi dan diberi izin bekerja selama dua tahun. Setelah masa itu berakhir mereka harus kembali mendaftar ke program tersebut.
Dua pengadilan federal di California dan New York sebelumnya juga memerintahkan program DACA ini dilanjutkan sementara langkah hukum terhadap keputusan Trump menghentikannya terus berjalan.
Keputusan kedua pengaidlan ini mewajibkan pemerintah untuk memproses pendaftaran ulang peserta DACA dan tidak meliputi pendaftaran baru.
Sementara keputusan Hakim Bates meliputi pendaftaran baru.
Satu langkah hukum agar DACA dihentikan sedang ditangani di pengadilan federal Texas.
Juru bicara kementerian kehakiman AS mengatakan bahwa pemerintah akan terus mempertahankan keputusannya yang diambil "sesuai dengan kewenangan hukum pemerintah dalam mengurangi DACA secara tertib."
Sejauh ini Kongres AS gagal meloloskan RUU terkait nasib para "Pemimpin" yang meliputi langkah untuk mendapatkan kewarganegaraan. (yns)