Hamil Bayi Kembar di Usia 67, Wanita China Tolak Aborsi

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 17:23 WIB
Hamil Bayi Kembar di Usia 67, Wanita China Tolak Aborsi Ilustrasi. ( christianabella/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang perempuan China berusia 67 tahun menolak saran dokter untuk aborsi setelah diketahui dia mengandung bayi kembar.

Dilansir The Beijing News pada Rabu (8/8), perempuan bermarga Zhang bertekad untuk melanjutkan kehamilannya karena dia telah kehilangan putra tunggalnya dalam kecelakaan mobil empat tahun lalu.

Di usianya saat ini, Zhang akan menjadi perempuan tertua di dunia yang melahirkan anak. Dia telah diperingatkan prosedur melahirkan di usia yang tidak muda sangat berisiko. Terutama karena selain mengandung bayi kembar, Zhang juga menderita darah tinggi.




Zhang mengaku bahwa dia dan suaminya sangat mendambakan kehadiran seorang anak, setelah putranya tewas akibat kecelakaan mobil dalam usia 34 tahun pada 2014 silam.

"Saya tidak bisa tidur tanpa minum obat selama beberapa tahun. Saya dulu sering bermimpi untuk mendidik anak-anak putra saya, tetapi impian itu harus dilupakan (setelah kecelakaan)," katanya kepada Beijing News.

Ketika putranya lahir pada 1980, pemerintah China masih menganut kebijakan satu anak. Kebijakan untuk menekan kelahiran di China itu baru dicabut pada 2015.

Zhang berkisah bahwa setelah putra tunggalnya meninggal, dia dan suaminya berusaha untuk mengadopsi anak. Namun, permintaan adopsi itu ditolak karena usia mereka yang sudah tua.

Tahun lalu, Zhang dan suaminya memutuskan untuk menjalani program bayi tabung dan menemukan sebuah rumah sakit di Taiwan yang bersedia melakukan prosedur, yang dilaksanakan pada Juni tahun ini.

Setelah Zhang kembali dari Taiwan, ia bermaksud menjalani pemeriksaan kehamilan di rumah sakit bersalin Baodao Healthcare di Beijing. Namun, rumah sakit tidak berani merawatnya. Zhang pun dipindahkan ke Rumah Sakit Universitas Peking.

Hamil Bayi Kembar di Usia 67, Wanita China Tolak AborsiFoto: Pixabay/atomicqq


Li Shilan, doktor yang merawat Zhang, juga berkata bahwa terlalu berisiko baginya untuk melahirkan bayi.

Selain Li, seorang doktor senior di Rumah Sakit Peking juga menyarankan agar Zhang menggugurkan kandungannya. Tapi, Zhang bersikeras bakal melahirkan anak kembarnya.

Setelah dia meninggalkan rumah sakit Peking, komisi kesehatan dan perencanaan Beijing mengumumkan ke seluruh fasilitas kesehatan sekitar ibu kota untuk tidak memberikan layanan kepada Zhang sebelum terlebih dahulu berkonsultasi dengan komisi.

Zhang mengatakan bahwa tindakan tersebut membuat Zhang merasa dia diperlakukan seperti seorang kriminal.

"Tak ada yang peduli saat putra satu-satunya saya meninggal. Kini, ketika saya sudah menemukan solusi dan siap memulai kehidupan baru, mereka berusaha menghalangi saya," kecamnya.

"Saya tidak begitu kaya, tetapi saya siap untuk membesarkan seorang anak, dan saya percaya saya bakal mencapai usia 85 tahun, untuk melihat anak saya tumbuh menjadi dewasa. Bahkan jika saya tidak bisa, keponakan saya yang berusia 40 tahun, dapat membantu membesarkannya. Memiliki anak adalah segalanya bagi saya," kata Zhang.

Menurut Beijing News, seorang sumber dari pekerja medis yang tidak disebutkan identitasnya, mengatakan bahwa hukum China tidak membatasi usia kehamilan tetapi para profesional telah menyusun proposal untuk melakukannya.

Perempuan China tertua yang diketahui menjadi ibu adalah Sheng Hailin, yang melahirkan bayi kembar saat berusia 62 tahun pada 2010.

(sab/nat)