Ratusan Etnis Muslim Hui China Protes Pembongkaran Masjid

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 16:09 WIB
Ratusan Etnis Muslim Hui China Protes Pembongkaran Masjid Masjid di China. (Yusuf Arifin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aparat China mulai membongkar sebuah masjid meski diprotes ratusan kaum muslim Hui di Barat Laut China, pada Kamis (9/8).

Kerumunan massa berkumpul di depan Masjid Agung di Kota Weizhou, Wilayah Otonomi Ningxia Hui. Mereka bertekad mempertahankan masjid yang baru dibangun pada dua tahun lalu.

Umat muslim dari etnis Hui itu a mengecam pemerintah dan mempertanyakan mengapa pihak berwenang tidak menghentikan pembangunan masjid pada waktu itu jika surat izinnya belum lengkap.


Dilansir dari kveo.com, demontrasi yang berlangsung diawasi ketat oleh petugas kepolisian dan dilaporkan tidak ada kerusuhan.

Pembongkaran itu dilakukan oleh Partai Komunis China yang sedang menindak tegas agama dan ide-ide yang dianggap radikal kepada 20 juta warga muslim di Negara itu.

Penduduk Weizhou mengatakan bahwa banyak kaum Hui percaya pembongkaran masjid mereka bukan keinginan dari pimpinan pusat Partai Komunis China.

"Pemerintah lokal tidak menerapkan kebijakan pemerintah pusat," kata dia.

Pihak berwenang telah menyerukan penghapusan simbol-simbol religious dan kepatuhan ketat terhadap arahan dari Partai Komunis.

Masih belum jelas apakah proses pembongkaran masjid akan dilakukan sesuai rencana. Sumber yang dekat dengan pemerintah Ningxia mengatakan bahwa setelah melakukan negosiasi selama berhari-hari antara pihak berwenang dan para pemimpin agama, akhirnya telah disepakati bahwa pemerintah tidak akan menghancurkan masjid, tetapi menghapus delapan dari sembilan kubahnya, pada Kamis (9/8).

Di wilayah otonomi Xinjiang, ratusan ribu kaum minoritas muslim radikal Uighur dan kaum muslim dari Kazakhstan telah ditahan selama berbulan-bulan di kamp pendidikan, dimana mereka dipaksa untuk mengecam agama Islam dan memuji Partai Komunis China.

Tidak seperti kelompok-kelompok etnis tersebut, kaum Hui dari sisi budaya masih dianggap lebih dekat dengan mayoritas suku Han China. Dilihat dari segi penampilan dan gaya bicara bahasa Mandarin.

Beberapa tahun terakhir, kaum Hui tidak dihiraukan oleh pihak berwenang, khususnya pada saat penindasan di Xinjiang yang dilakukan oleh Separatis Muslim Radikal.

Dilansir South China Morning Post, seluruh sekolah agama Hui dan kelas agama arab telah ditutup, dan meminimalkan jangkauan kaum muslim kepada anak muda.

Pada 2012 lalu, ratusan kaum Hui bentrok dengan polisi di Tongxin ketika mereka mencoba menghentikan pembongkaran masjid setelah dinyatakan ilegal. Beberapa pengunjuk rasa dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka. (cin/nat)