Pasutri Malta Diguncang Gempa Lombok Saat Berbulan Madu

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 11/08/2018 21:14 WIB
Pasutri Malta Diguncang Gempa Lombok Saat Berbulan Madu Evakuasi warga asing di Gili Trawangan. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan suami istri asal Malta yang berlibur di Bali bersama putrinya yang berusia empat tahun mengaku sangat takut saat gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dirasakan hingga ke tempat mereka, Minggu (5/8).

Gempa berkekuatan 7 skala Richter yang mengguncang NTB tersebut dirasakan hingga ke Bali, Minggu (5/8). Sejak itu tercatat ratusan gempa susulan.

Dilansir Times of Malta, pasangan Steve dan Zanna Mercieca menginap di vila yang terletak di kawasan Ubud, Bali untuk berbulan madu yang tertunda karena Steve harus dirawat selama empat bulan di rumah sakit tahun lalu,


"Kami sedang memasak makan malam dan istriku baru saja pulang dari kelas yoganya. Tiba-tiba, kami mendengar suara gemuruh yang besar dan pintu dan jendela mulai bergetar," kata Steve.



Mereka melarikan diri menuju pintu depan dan berdiri diluar sambil melihat vilanya terombang-ambing karena guncangan.

"Kami merasa sudah tidak berdaya. Suara-suaranya sangat menakutkan dan kita tidak tahu kapan ini akan berhenti," katanya.

Keluarga Merceica menghabiskan malam itu di atas kasur yang terletak dibawah lengkungan di bagian utama rumah untuk melindungi diri dari guncangan gempa susulan.

Putri Steve dan Zanna yang bernama India butuh waktu untuk memulihkan trauma atas bencana yang ia alami. Sang ayah mengatakan bahwa India memerlukan perhatian jangka panjang pascagempa. "Ia masih ketakutan dan berulang kali berkata jangan biarkan rumah berguncang," kata Steve.

Seluruh keluarga masih ketakutan karena bencana tersebut, Steve mengaku khawatir terjadi ada gempa susulan. Mereka telah mengalami beberapa gempa susulan, tambah Steve.

"Desa sebelah mengalami kerusakan berupa runtuhnya atap dan sejumlah pohon tumbang. Untungnya, semua warga baik-baik saja. Tetapi, gempa bumi menimbulkan kerusakan yang lebih parah di wilayah pusat Lombok dan Bali," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Indonesia berada di tengah daerah Cicin Api Pasifik yang sering disebut sebagai penyebab sering terjadinya gempa bumi. Pada 2004, tsunami Lautan Hindi menewaskan 226.000 orang di 13 negara, termasuk 120.000 warga negara Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 474 gempa susulan dengan jumlah yang dirasakan warga Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, hingga Jumat, (10/8) pukul 17.00 WIB. Dari 472 gempa susulan tersebut, 20 kali di antaranya dirasakan kuat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jumlah korban Gempa Lombok hingga Sabtu (11/8) mencapai 387 orang. Jumlah tersebut diperkirakan bakal bertambah. (sab/nat)