Putrinya Idap Kanker, Keluarga Kanada Terjebak Gempa Lombok

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 07/08/2018 16:27 WIB
Putrinya Idap Kanker, Keluarga Kanada Terjebak Gempa Lombok Evakuasi warga asing dari Lombok, NTB. (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seharusnya menjadi liburan yang menyenangkan bagi keluarga asal Kanada, Jennifer Montgomery-Lay setelah anak perempuannya didiagnosis kanker otak.

Tetapi liburan mereka di Lombok berubah menjadi mengerikan karena gempa bumi yang membuat turis sekeluarga dari Kanada terjebak di pulau itu.

Montgomery-lay mengatakan dia bersama suami dan kedua anaknya yang berusia 14 tahun dan 21 tahun terjebak di pulau Lombok setelah gempa berkekuatan 7 skala richter melanda pulau di Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (5/8) malam.


Dilansir dari The Canadian Press, Montgomery-Lay menceritakan bahwa keadaannya sangat panik namun keluarga tidak ada yang terluka.

"Kita menangis, kejadian itu sangat menegangkan, tapi melihat akibatnya sangat memilukan, 16 staf hotel kehilangan rumah mereka," katanya.

Gempa bumi berkekuatan 7 skala Richter mengguncang Lombok itu dirasakan hingga ke pulau Bali yang mengakibatkan ratusan rumah hancur, jembatan runtuh, dan menewaskan 98 orang. Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa guncangannya sangat besar di Lombok Utara dimana gempa berpusat.



Menurut Sutopo, jumlah korban tewas terus meningkat dan lebih dari 230 orang luka-luka. Ini adalah gempa kedua yang terjadi di Lombok.  Gempa pertama menyebabkan 16 korban tewas pada 19 Juli lalu.

Montogomery-Lay mengatakan bahwa dia dan keluarganya sudah liburan lebih dari 20 negara sejak anak perempuannya, Logan Lay, didiagnosa kanker otak pada 2005.

Montgomery-Lay mulai menulis blognya yang berjudul "Life All Over the Map" untuk mendokumentasikan pengobatan Logan dan momen liburan keluarganya.

"Kita hidup dengan ketidakpastian setiap harinya, tapi kami juga tahu betapa beruntungnya kami masih diberikan waktu, dan kita tidak ingin menyia-nyiakan satu detikpun," tulis Montgomery-Lay di blognya.

Hanya Ingin Keluar dari Lombok
Montgomery-Lay mengatakan keluarganya sudah berlibur di Indonesia selama kurang lebih sebulan, dan mereka berada di Bali selama satu minggu sebelum gempa bumi melanda.

Montgomery-Lay sekeluarga baru saja kembali ke hotel setelah menyelesaikan makan malam dan dirinya mengatakan akan mengatur pengobatan putrinya saat gempa mengguncang Minggu malam. Beberapa bagian dari hotel hancur, dan ada kaca dari balkon yang jatuh menimpa kaki seorang wanita yang sedang berenang di kolam hotel.

"Terjadi guncangan, sebagian bangunan runtuh, kaca pecah. Guncangannya sempat menurun, tapi membesar kembali dengan cepat," kata dia.

[Gambas:Instagram]

Dirinya menambahkan bahwa listrik padam dan putrinya tidak bisa menggunakan salah satu pompa obatnya, tetapi seluruh keluarganya baik-baik saja, sampai listrik dihidupkan kembali.

"Seluruh penghuni hotel telah dipindahkan ke ruangan lain di gedung itu," ujarnya.

Gempa bumi ini memicu peringatan tsunami, Montgomery-Lay mengatakan bahwa hotelnya berada di tempat yang lebih tinggi. Peringatan itu dicabut ketika hanya gelombang kecil yang tercatat.

"Hanya ada beberapa turis disini. Keluarga saya dan sekitar 10 orang lainnya," katanya. "Kita hanya ingin keluar dari Lombok."

Montgomery-Lay mengatakan bahwa dirinya sudah menghubungi Kedutaan Besar Kanada di Jakarta, namun mereka tidak bisa melakukan apa-apa pada waktu itu.
"Tidak ada penerbangan dan bandara itu sangat kacau."

Juru bicara pemerintah Kanada mengatakan tidak ada indikasi bahwa warga Kanada terbunuh atau terluka dalam bencana ini. "Kami mendorong warga Kanada di Indonesia untuk menghubungi keluarga dan teman-teman mereka. Kami berhubungan dengan pihak berwenang setempat dan siap untuk memberikan bantuan konsultasi kepada warga Kanada jika diperlukan," katanya.

Montgomery-Lay menyatakan mereka belum dapat pergi  ke bandara untuk naik pesawat karena mengkhawatirkan kondisi putrinya jika terkena cuaca panas.

Namun, mereka akan mencoba ke  Bali dengan menggunakan kapal feri , dan akan melanjutkan penerbangan pulang ke Maple Ridge, British Colombia, Kanada pada 13 Agustus mendatang. "Kami rasa kami akan mencoba itu besok, tapi karena sekarang kami dievakuasi, kami tidak tahu." (cin/nat)