Imran Khan Dilantik, Sebagian Anggota Kabinet Dirilis

Reuters & AFP, CNN Indonesia | Minggu, 19/08/2018 02:03 WIB
Imran Khan Dilantik, Sebagian Anggota Kabinet Dirilis PM Pakistan Imran Khan yang merupakan eks atlet kriket. (AFP PHOTO / ARIF ALI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan bintang kriket Imran Khan disumpah sebagai perdana menteri Pakistan, Sabtu (18/8). Dia kini bersiap menghadapi gejolak perekonomian dengan susunan kabinet baru dan sejumlah opsi bantuan dari luar.

Pengambilan sumpah itu dihadiri oleh sejumlah selebritis Pakistan, olahragawan, politikus. Tak ketinggalan, hadir pula mantan pemain kriket India lainnya, Navjot Singh Sidhu, yang menjadi menteri pariwisata di provinsi Punjab, India.

Pelantikan ini menandai berakhirnya dominasi dua partai politik di posisi puncak pemerintahan Pakistan, yakni Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) dan Partai Rakyat Pakistan (PPP). Imran sendiri berasal dari partai Pakistan Tehreek-e-Insaf atau Partai Keadilan (PTI).

Dengan mengenakan mantel sherwani hitam tradisional, ala bapak pendiri Pakistan Muhammad Ali Jinnah, Khan dilantik dengan sumpah. Dia berdiri di samping Presiden Mamnoon Hussain.

Pada pelantikan itu Imran mengucapkan sumpah untuk, "melakukan kewajiban saya dan menjalankan fungsi saya secara jujur, dengan kemampuan terbaik saya."

"Dan selalu demi kedaulatan, integritas, solidaritas, kesejahteraan, dan kemakmuran Pakistan," ia menambahkan, dilansir dari AFP.

Shahbaz Sharif, bekas pesaing Imran di pemilihan perdana menteri Pakistan.Shahbaz Sharif, bekas pesaing Imran di pemilihan perdana menteri Pakistan. (AFP PHOTO / AAMIR QURESHI)
Salah satu tugas pertama Khan sebagai perdana menteri adalah menangani krisis mata uang yang mengancam ekonomi Pakistan.

Sebelumnya, Khan telah berjanji untuk menciptakan jutaan pekerjaan, membangun rumah sakit, dan sekolah bertaraf internasional di negara dengan lebih dari 40 persen penduduknya masih buta huruf itu.

Pemerintah koalisi memiliki sejumlah opsi. Yakni, meminta bantuan dana talangan Dana Moneter Internasional (IMF), atau mencari dukungan dari China.

Beberapa jam setelah pengambilan sumpah, kantor Imran merilis sebagian daftar kabinet dan juga mengumumkan kandidat untuk jabatan presiden.

Asad Umer, mantan CEO perusahaan multinasional Pakistan, Engro, diangkat sebagai jabatan menteri keuangan, wakil ketua partai Shah Mehmood Qureshi menjadi Menteri Luar Negeri, mantan menteri utama provinsi Khyber Pakhtunkhwa Utara, Pervez Khattak, menjadi Menteri Pertahanan.

PTI sendiri memilih Arif Alvi sebagai calon presidennya. Posisi Presiden sendiri akan ditentukan melalui pemilihan di parlemen, baik itu 'kamar atas' (Senat) maupun 'kamar bawah' (semacam DPR).

Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

Ucapan Selamat

Di sisi lain, Pakistan punya masalah hubungan dengan Amerika Serikat, setelah sejumlah pejabat AS marah atas dugaan dukungan Pakistan terhadap pejuang Taliban di Afghanistan. Islamabad membantah tudingan itu.

Setelah pelantikan Imran, Kementerian Luar Negeri AS memberi ucapan selamat sambil menekankan pentingnya hubungan strategis yang dibagi oleh kedua negara.

"Amerika Serikat ingin bekerja sama dengan pemerintah sipil baru Pakistan untuk mempromosikan perdamaian dan kemakmuran di Pakistan dan kawasan itu," kata juru bicara Heather Nauert.



Dalam akun Twitter-nya, Perdana Menteri Inggris Theresa May mengaku telah berbicara dengan Imran. Ia menyebut Pakistan dan Inggris memiliki hubungan penting.

"Banyak bidang kerjasama bagi kedua negara, tak hanya soal perdagangan bilateral dan masalah keamanan," kata May.


(arh)