Wasit Transgender Pertama Pimpin Pertandingan Bola Inggris

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Senin, 20/08/2018 16:15 WIB
Wasit Transgender Pertama Pimpin Pertandingan Bola Inggris Ilustrasi. (AFP PHOTO/NOEL CELIS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lucy Clark, seorang wasit transgender, disebut menjadi yang pertama dari komunitasnya memimpin sebuah pertandingan sepak bola di Inggris, Minggu (19/8).

"Orang-orang mungkin akan sedikit terkejut ketika saya berlari ke lapangan," kata Clark (46), yang sebelumnya dikenal sebagai Nick kepada Sunday Mirror seperti dikutip AFP.

"Tapi saya orang yang sama. Saya hanya akan terlihat sedikit berbeda."


Clark merupakan wasit semi-profesional asal barat daya London. Mantan seorang sopir taksi dari Surrey itu memiliki istri dan tiga orang anak.

Clark mengatakan pernah mengalami depresi dan mencoba untuk bunuh diri di masa lalu karena merasa seperti wanita "yang terperangkap dalam tubuh pria" sejak usia dini.

Dia mengatakan telah "menjalani proses transisi hormon" selama tiga tahun dan akan menjalani operasi penggantian kelamin tahun depan.

Meski saat ini Clark diminta untuk mengawal pertandingan bola tim perempuan, dia berharap bisa kembali menjadi wasit pertandingan tim bola pria seperti dulu sebelum dia mengganti identitas.

Saat masih menjadi Nick, dia merupakan wasit semi-profesional yang kerap mengawal pertandingan liga ketujuh sampai sepuluh sepakbola Inggris.

Clark mengatakan salah satu yang paling dipersiapkannya adalah menghadapi opini publik terkait keputusannya menjadi transgender.

Dia berharap keputusannya ini bisa mendorong orang dengan nasib serupa dan kaum transgender lainnya untuk meneruskan mimpi tanpa merasa terhalang dengan masalah jati diri mereka.

"Saya mungkin bisa menghdapi para pemain. Saya hanya tinggal memberi kartu merah atau kuning kepada mereka. Tapi mungkin, dari para penonton dan fans, di situ lah masalah bisa saja datang," katanya.

"Saya mempersiapkan diri untuk segala komentar, kritik, dan penghinaan. Saya tidak ingin kehilangan kendali saya dan saya tidak ingin mengajukan keluhan kepada para klub-klub tentang perilaku fans mereka."

Organisasi sepakbola Inggris, Football Association (FA), menyatakan dukungannya terhadap Clark.

"FA sepenuhnya mendukung Lucy dan siapa saja yang ingin berpartisipasi dalam sepakbola dengan gender yang mereka pilih," ucap FA melalui pernyataan.

"Sepakbola untuk semua orang dan pada 2014 lalu, FA mengumumkan kebijakan, serta panduan informasi yang didistribusikan kepada semua klub untuk mendorong kaum transgender untuk berpartisipasi dalam sepakbola." (nat)