Penabrak Pagar Gedung Parlemen Inggris Imigran Asal Sudan

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 15/08/2018 13:25 WIB
Penabrak Pagar Gedung Parlemen Inggris Imigran Asal Sudan Aparat Inggris mengidentifikasi pelaku penabrak penghalang Gedung Parlemen Westminster pada Selasa pagi (14/8) sebagai imigran asal Sudan. (REUTERS/Hannah McKay/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aparat Inggris mengidentifikasi pelaku penabrak penghalang Gedung Parlemen Westminster pada Selasa pagi (14/8) sebagai imigran asal Sudan.

Dilansir The Sun, polisi mengatakan pengemudi kendaraan itu adalah Salih Khater, warga Inggris asal Sudan berusia 29 tahun yang berasal dari Kota Birmingham.

Satu mobil Ford Fiesta berwarna perak menabrak 15 pengendara sepeda dan pejalan kaki di jam sibuk pagi hari sebelum menabrak pagar pengaman di depan Gedung Parlemen dengan kecepatan 50mph pada pukul 7:40 GMT.


Para saksi mata mengatakan bahwa mobil yang dikemudikan pelaku menghantam pembatas dengan sangat keras dan melihat asap muncul dari kendaraan itu.



Dua polisi tampak bergerak menghindari mobil Fiesta.

Seorang wanita dan pria dibawa ke rumah sakit dan telah dipulangkan. Satu pria mengalami luka-luka ringan yang dapat dirawat di tempat kejadian.

Khater terlihat ketakutan saat ia melihat ambulans sebelum ditangkap di lokasi kejadian oleh sejumlah polisi bersenjata, menurut beberapa saksi mata.

Elma Refuerzo, seorang petugas housekeeping Parlemen mengatakan bahwa ia melihat para polisi menodong senjata api ke arah mobil dan pelaku terlihat ketakutan.

"Sebuah van menghalangi jalan. Polisi menariknya keluar dan memborgolnya."

Khater ditangkap dengan tuduhan pelanggaran terorisme dan ditahan di kantor polisi London Selatan, namun ia menolak bekerja sama dengan para detektif.

Polisi menggerebek kedua tempat di Birmingham terkait dengan tersangka, termasuk tempat tinggalnya dan sebuah rumah yang terletak di daerah Radford, Nottingham.

Penabrak Pagar Gedung Parlemen Inggris Imigran Asal SudanFoto: REUTERS/Henry Nicholls


Salah satu penghuni rumah, yang namanya tidak disebutkan, mengatakan bahwa enam warga negara Sudan telah tinggal disana selama setahun terakhir.

Saat foto pelaku ditunjukkan kepadanya, ia mengaku tidak mengenalinya atau mobil yang ia mengemudikan.

"Mereka mengklaim bahwa mobil Fiesta tersebut terdaftar dan diasuransikan disini. Semua penghuni rumah bekerja shift malam, dan saya tertidur saat mereka datang sore ini. Kami sangat terkejut, tetapi kami tidak tahu tentang kejadian tersebut," ujarnya.

Selama setahun penghuni tersebut tinggal di apartemen itu, ia mengaku tidak kenal Salih Khater.


Para tentangga berkonfirmasi bahwa properti tersebut ditempati oleh beberapa pria Sudan, tetapi tidak ada yang mengenali tersangka saat diperlihatkan foto tersebut.

Salah satu tetangga, Benas Butkevicus, berkata: "Saya terbangun karena terdengar suara-suara pintu yang digedor-gedor polisi, tetapi saya tidak tahu siapa yang tinggal disana."

Scotland Yard melaporkan bahwa di tahap penyelidikan ini, tidak ada tersangka lain di tempat kejadian perkara yang diidentifikasi atau dilaporkan ke polisi, maupun laporan intelijen terkait ancaman terhadap warga Inggris yang terkait dengan insiden ini.

Anggota parlemen Partai Buruh Roger Godsiff mengatakan bahwa ia bisa memastikan bahwa tersangka pelaku berasal dari konstituen Birmingham Green.

Penabrak Pagar Gedung Parlemen Inggris Imigran Asal SudanFoto: REUTERS/Hannah McKay


"Identitas pelaku serangan ini berasal dari konstituen saya, namun saya tidak bisa memberikan informasi lebih lanjut." katanya ke pihak kepolisian West Midlands.

Asisten Komisaris Met, Neil Basu mengatakan bahwa prioritas mereka adalah mencari motif serangan tersebut, tetapi tersangka menolak bekerja sama dengan para detektif.

"Berdasarkan fakta itu tampaknya ini merupakan aksi sengaja. Metode yang digunakan, sasaran yang terkenal. Untuk itu kami memperlakukan insiden ini sebagai aksi terorisme," kata Basu.

Tersangka mengendarai mobil Fiesta dari Birmingham pada Senin malam, dan tiba di London jelang subuh, menurut sebuah laporan terbaru.

Mobil tersebut diparkir di daerah Tottenham Court Road dari pukul 1:25 sampai 5:55 pagi.



Sebelum melakukan serangan, Khater berkeliling dengan mobilnya di sekitar Westminster dan Whitehall selama 90 menit.

Rekaman CCTV menunjukkan mobil mengemudi dalam jalanan satu arah, sebelum melaju kiri ke arah gedung Parlemen dan menabrak sekelompok pengendara sepeda di jalan Abingdon, yang seberangan dari gedung Parlemen.

Mantan detektif Met Brian Tarpey mengatakan, "Penghalang jalan dirancang untuk menghentikan truk, tidak mungkin Fiesta akan bisa melaju."

Pihak kepolisian tidak menemukan senjata dalam pengeledahan pada mobil Fiesta Silver yang terdaftar di Nottingham pada 2010.

[Gambas:Video CNN]

Salah satu saksi mata, Barry Williams, memperkirakan aksi itu dilakukan secara sengaja. "Setelah pelaku menabrak para pengendara sepeda, ia melaju cepat dan menuju barikade."

Serangan tersebut merupakan serangan teroris pertama ke Gedung Parlemen Inggris sejak Maret 2017 dimana Khalid Masood, 52, membunuh 5 orang di Westminster, termasuk seorang polisi bernama Keith Palmer.

(nat)