Taiwan Putus Hubungan Diplomatik dengan El Salvador

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 21/08/2018 16:44 WIB
Taiwan Putus Hubungan Diplomatik dengan El Salvador Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, mengumumkan bahwa negaranya memutuskan relasi diplomatik dengan El Salvador, setelah negara Amerika Selatan itu diyakini akan segera membuka hubungan dengan China. (Reuters/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Taiwan mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan El Salvador, Selasa (21/8), setelah negara Amerika Selatan itu diyakini akan segera membuka relasi diplomatik dengan China.

"Kami tidak akan terlibat dalam diplomasi dolar dengan China," ujar Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, sebagaimana dikutip AFP.
Wu juga mengungkapkan bahwa Taiwan menolak pendanaan proyek pelabuhan ajuan El Salvador karena akan menyebabkan kedua negara jatuh dalam utang.

Kepindahan El Salvador ke kubu Beijing membuat Taiwan hanya memiliki hubungan formal dengan sisa 17 negara sekutu. Hal ini makin memojokkan status kedaulatan Taiwan yang sebelumnya sudah ditinggalkan oleh beberapa negara pendukungnya.


Di bawah kepemimpinan Tsai, Taiwan menolak mengakui klaim pemerintah China yang menyebut negara berpenduduk 23 juta jiwa itu sebagai bagian dari negeri tirai bambu. Hal ini membuat hubungan antara Taipei dan Beijing memburuk.
Sejak Tsai memegang jabatan Presiden pada 2016 lalu, Taiwan sudah kehilangan lima hubungan diplomatik. Tahun ini sendiri, Taiwan harus melepaskan hubungan dengan tiga negara, yaitu Burkina Faso, Republik Dominika, dan El Salvador.

Beberapa tahun terahir ini, China dan Taiwan memang sedang terlibat dalam 'perang' memperebutkan hubungan diplomatik dengan negara-negara berkembang.

Dukungan ekonomi maupun bantuan lainnya sering digunakan sebagai 'alat' untuk membuka hubungan diplomatik dan pengakuan kedaulatan.
Pemerintahan Tsai sedang mencoba meningkatkan kehadiran Taiwan di mata internasional, namun teradang oleh langkah China yang berusaha menyempitkan ruang gerak Taipei secara global.

Blokir terhadap kehadiran Taiwan di berbagai acara internasional, serta rangkaian pelatihan militer di wilayah perbatasan maritim menjadi upaya yang dilakukan China untuk terus menekan Taipei. (gfs/has)