OBITUARI

John McCain, Memori 'Sang Pemarah' Partai Republik

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Minggu, 26/08/2018 08:29 WIB
John McCain, Memori 'Sang Pemarah' Partai Republik Senator John McCain menjadi tawanan perang dalam perang Vietnam, dia ditahan selama 5 tahun lebih di berbagai penjara Vietnam. (Library of Congress/Thomas J. O'Halloran/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- John McCain kini tinggal kenangan. Politikus Partai Republik Amerika Serikat mewakili Negara Bagian Arizona itu sudah bergelut di Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat AS selama kurang lebih 35 tahun.

McCain terpilih menjadi anggota DPR pada 1982 dan setelah dua periode terpilih menjadi Senator untuk menggantikan Barry Goldwater yang pensiun.

McCain merupakan putra dan cucu dari anggota Angkatan Laut AS. Karenanya, ia pun pernah mengenyam pendidikan di Akademi Angkatan Laut AS.


Setelah lulus dari Akademi Angkatan Laut AS, McCain sempat menjadi pilot pesawat tempur selama Perang Vietnam. Saat bertugas, pesawat yang dipiloti oleh McCain ditembak jatuh saat operasi pemboman atas Hanoi.
McCain pernah ditangkap pada 26 Oktober 1967 dan menghabiskan waktu selama 5,6 tahun di berbagai penjara, termasuk di "Hanoi Hilton" yang terkenal, di mana dia disiksa dan menjadi cacat.

McCain tercatat pernah maju dalam pemilihan presiden dari Partai Republik pada tahun 2000 tetapi kalah dari George W. Bush. Lalu, dia maju kembali dan terpilih mewakili Republik pada 2008 tetapi dikalahkan oleh calon dari Demokrat Barack Obama.

Di senat, McCain memiliki reputasi untuk mengutarakan pendapatnya. McCain dikenal sebagai seorang konservatif dengan kebijakan luar negeri yang merefleksikan pandangan tradisional Republik.

Dia juga dikenal sebagai seorang pemarah dan jarang menghindar dari perseteruan. Hal itu yang kemudian menyebabkan dia bertikai antara McCain dengan Presiden AS Donald Trump.

Hubungan McCain-Trump memanas pada 2015 ketika McCain mengatakan pencalonan Trump telah "memicu kegilaan". Atas pernyataan itu, Trump kemudian menyebut McCain bukanlah seorang pahlawan peran. Hal itu merujuk pada keikutsertaan McCain pada perang Vietnam.

Selain itu, terkait dengan status tahanan McCain di Vietnam Utara, Trump mengatakan "Saya suka orang-orang yang tidak ditangkap."
McCain juga merupakan ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat dan rekan-rekannya menamai UU kebijakan pertahanan senilai US$716 miliar atas nama McCain.

Pada Juli 2017, McCain membuat momen paling dramatis dalam sejarah Senat AS. Kala itu, McCain memilih untuk menentang RUU yang didukung oleh Trump. RUU tersebut terkait dengan undang-undang kesehatan yang nantinya akan mencabut undang-undang lama yang dibuat oleh mantan Presiden Barack Obama.

Pemungutan suara ketika itu dilakukan larut malam tidak lama setelah diagnosis McCain ketika matanya masih membekas hitam bekas dari operasi. Sikap McCain itu pun membuat Trump marah.
John McCain, Memori 'Sang Pemarah' Partai Republik Senator John McCain memilih Sarah Palin, politikus asal negara bagian Alaska sebagai cawapres pada pilpres AS 2008. Pilihan yang mendongkrak nama Palin di panggung politik nasional, namun diyakini menyebabkan McCain kalah. (REUTERS/Joshua Lott)
Selain itu, McCain diketahui pernah menentang Trump terkait keputusan Trump yang mencalonkan Gina Haspel sebagai Direktur CIA. Ia pun meminta Senat agar menolak pencalonan Haspel sebagai Direktur CIA.

Bulan lalu, McCain juga sempat mengkritik pertemuan Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. McCain menyebut konferensi pers yang dilakukan Trump dan Putin sebagai "salah satu pertunjukan paling memalukan oleh seorang presiden Amerika dalam sejarah." Dia mengatakan Trump "bukan hanya tidak mampu tetapi tidak mau melawan Putin."
McCain didiagnosis terkena kanker otak pada Juli 2017. Sebelumnya, McCain juga diketahui pernah menjalani operasi untuk infeksi usus pada April lalu.

McCain kemudian memutuskan untuk menghentikan pengobatan untuk penyakit "glioblastoma agresif". (ayp/ayp)