Korea Utara Tuding AS Bermuka Dua karena Siapkan Invasi

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 28/08/2018 16:50 WIB
Korea Utara Tuding AS Bermuka Dua karena Siapkan Invasi Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Singapura. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Utara menyebut Amerika Serikat bermuka dua dengan menuduh Washington sedang "mempersiapkan perang melawan negaranya" meski di saat bersamaan tengah menjalin "dialog dengan senyuman di wajahnya."

Pernyataan itu diutarakan Pyongyang melalui surat kabar Rodong Sinmun menyusul laporan sebuah radio Korea Selatan, yang menyebut personel AS di Jepang tengah melakukan latihan bersama untuk menginvasi Korut.

Laporan media Korsel itu bahkan menyebut pasukan khusus AS telah dikirim ke Filipina sebagai bagian dari latihan invasi.


"Kami menganggap serius sikap ganda AS karena sibuk melakukan latihan militer rahasia yang melibatkan pasukan khusus sementara melakukan dialog dengan senyum di wajahnya," bunyi artikel koran tersebut, Selasa (28/8).


"AS salah jika menganggap dapat menggeretak orang melalui 'diplomasi kapal perang' yang biasa digunakan untuk mencapai niat jahatnya."

Kepada CNN, komando pasukan AS di Jepang (USFJ) mengatakan pihaknya "tidak mengetahui kabar mengenai latihan militer" yang disinggung media Korut dan Korsel tersebut.

"Secara umum, jet tempur dan kapal perang AS di Jepang beroperasi setiap hari untuk mendukung komitmen kami kepada sekutu dan mitra kami di kawasan, serta demi kepentingan perdamaian dan keamanan regional," ucap Direktur Urusan Publik USFJ, Kolonel John Hutcheson, melalui pernyataan.

Retorika keras Pyongyang ini muncul beberapa hari setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana menteri luar negerinya, Mike Pompeo, berkunjung ke Korut untuk keempat kalinya.

Trump menyebut lawatan Pompeo dibatalkan karena alasan minimnya kemajuan terkait proses denuklirisasi yang disepakati AS-Korut pada 12 Juni lalu di Singapura.

"Saya telah meminta Menlu Mike Pompeo untuk tidak pergi ke Korut, pada saat ini, karena saya merasa kami tidak membuat kemajuan yang cukup berkaitan dengan denuklirisasi di Semenanjung Korea," kicau Trump melalui Twitternya.

"Menlu Pompeo berharap akan pergi ke Korut dalam waktu dekat, kemungkinan besar setelah hubungan dagang AS dengan China teratasi."

Korea Selatan menyayangkan batalnya rencana lawatan Pompeo tersebut. Menlu Korsel Kang Kyung-hwa sempat menelepon Pompeo untuk membahas hal tersebut dan rencana langkah selanjutnya demi memajukan negosiasi. (nat)