Pompeo Tak ke Korut, Korsel Terancam Batal Buka Perwakilan

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 27/08/2018 16:00 WIB
Pompeo Tak ke Korut, Korsel Terancam Batal Buka Perwakilan Ilustrasi. (moshaddiq/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pembatalan kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, ke Korea Utara pada pekan lalu disebut mengancam perwujudan rencana pembukaan kantor perwakilan Korea Selatan di perbatasan.

Juru bicara kepresidenan Korsel, Kim Eui-kyeom, mengatakan bahwa pembatalan mendadak itu "tak bisa dikatakan tak berdampak" pada rencana pembukaan kantor perwakilan.

"Kami memikirkan pembukaan kantor perwakilan sebagai bagian dari serangkaian jadwal yang mulus, termasuk kunjungan Menlu Pompeo ke Korea, setelah itu pertemuan antar-Korea," ucap Kim sebagaimana dikutip Reuters.


"Sekarang, setelah situasi terbaru mengemuka, perlu ada inspeksi lebih lanjut."
Pembangunan kantor perwakilan di perbatasan itu selama ini dianggap sebagai keberhasilan Presiden Moon Jae-in untuk memperbaiki relasi dengan Korut. Kantor tersebut direncanakan dibuka pada Agustus.

Sejumlah analis khawatir karena pengiriman material untuk pembangunan kantor tersebut bisa melanggar sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan AS terhadap Korut.

Namun, juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel menegaskan bahwa semua material pembangunan kantor tersebut hanya untuk keperluan personel pejabat Korsel dan tak memberikan keuntungan ekonomi bagi Korut.
Ia memastikan bahwa kedua negara terus membicarakan masalah waktu pasti pembukaan kantor perwakilan tersebut.

"Isu ini bukan sesuatu yang bisa diputuskan oleh pemerintah kami sendiri, tapi harus didiskusikan dengan Korut. Saya paham belum ada diskusi mengenai bagaimana Korut memandang perubahan situasi ini," ucap Kim.

Di tengah kisruh ini, Kim memastikan bahwa pertemuan tingkat tinggi antar-Korea yang direncanakan digelar pada September mendatang akan tetap berlangsung sesuai jadwal. (has/has)