Bendungan di Myanmar Rusak, Lebih dari 5.000 Warga Mengungsi

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 29/08/2018 19:22 WIB
Bendungan di Myanmar Rusak, Lebih dari 5.000 Warga Mengungsi Ilustrasi. (AFP PHOTO / Ye Aung THU)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari 5.000 orang terpaksa mengungsi saat rumah mereka tergenang banjir akibat bendungan irigasi rusak di Myanmar Tengah, Rabu (29/8).

Genangan air juga memblokir sebagian jalan raya yang menghubungkan kota-kota utama di Myanmar seperti Yangon, Mandalay dan Ibu Kota Naypyitaw.

Badan Pemadam Kebakaran Myanmar mengerahkan anggotanya ke bendungan irigasi Swar yang rusak sekitar pukul 5.30 pagi. Airnya menggenangi kota terdekat di Swar dan dua desa lainnya.


"Tumpahan air bendungan yang rusak membanjir dua desa yang dekat dari jalan raya," kata Departemen Pemadam Kebakaran Myanmar di laman Facebook-nya.

"Lebih dari 5.400 warga diungsikan ke biara-biara dan daerah-daerah yang aman di Kota Yedashe," kata Chan Nyein Thu, staf kantor manajemen bencana seperti dilansir kantor berita Reuters.

"Lebih dari 1.500 mengungsi di Kota Thagaya," kata Aung Hla Min, salah seorang pejabat di sana.

Sekitar 1.500 pengungsi dari empat desa dekat bendungan yang jebol tinggal di sebuah biara Buddha di dekatnya, kata petugas pemadam kebakaran Yedashe Kaung Myat Thiha.

Foto-foto di Facebook memperlihatkan tentara Myanmar mengevakuasi warga dengan rakit bambu, dan menggendong anak-anak dan orang tua melewati banjir setinggi lutu.

Mya Min, 67, lewat telepon menyatakan bahwa air telah berhenti mengalir dari bendungan yang rusak sekitar pukul dua siang.

"Anda dapat melihat hanya ada sepertiga air tersisa di bendungan," katanya seperti dilansir Reuters.

Juru bicara pemerintah Myanmar, Zaw Htay menyatakan tidak ada korban jiwa hingga sore hari.

Petugas pemadam kebakaran menutup sebuah jembatan jalan raya yang menghubungkan Yangon-Mandalay di atas Sungai Swar.

"Airnya tidak meluap ke jembatan, tapi aliran air di bawah jembatan sangat kuat," kata Min Min, wartawan di Naypyitaw yang berada di lokasi.

Bendungan tersebut dibangun di Sungai Swar pada 2004, dapat mengairi lebih dari 8.000 hektar lahan pertanian.

Hujan lebat tahunan di Myanmar menyebabkan banjir besar yang memaksa lebih dari 100 ribu orang mengungsi dan 11 orang tewas Juli lalu.

Pemerintah Myanmar membangun sejumlah bendungan untuk mengatasi kekurangan listrik. Namun pembangunan bendungan tersebut kontroversial karena potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Sebuah bendungan pembangkit tenaga listrik di Laos runtuh bulan lalu, menyebabkan ribuan orang mengungsi dan menewaskan 27 orang.

(nat)