Sering 'Berkelahi', Eks-Wapres Biden Anggap McCain Saudara

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 31/08/2018 13:15 WIB
Eulogi Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden saat pemakaman mendiang Senator Arizona John McCain mengharukan banyak kalangan. Mantan Wakil Presiden AS John Biden memberikan eulogi di pemakaman Senator Arizona John McCain. (REUTERS/Brian Snyder)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden menganggap mendiang senator Republik John McCain seperti saudaranya sendiri meski mengaku kerap berselisih pendapat dengan mantan rekannya di Senat itu.

Pernyataan itu diutarakan Biden saat memberi penghormatan terakhir kepada McCain di pemakamannya, Kamis (30/8), di North Phoenix Baptist Church.

Biden bahkan mengingat McCain sebagai seorang yang bisa menjadi sombong dan keras kepala, tetapi tetap memperlakukan lawan politik, termasuk Demokrat, dengan rasa hormat dan persahabatan.


"Saya selalu menganggap John sebagai saudara. Kami berdua sering berkelahi seperti keluarga," kata Biden dalam pidatonya di depan 3.500 orang yang hadir dalam pemakaman itu seperti dikutip Reuters.



"Nama saya Joe Biden, saya seorang Demokrat, dan saya mencintai John McCain."

Biden (75) pertama kali bertemu McCain sekitar 1970 saat pria 81 tahun itu masih menjadi penghubung Senat Angkatan. Ikatan personal keduanya bahkan semakin dekat dalam pemilihan umum 2008 lalu.

Saat itu Biden merupakan calon wakil presiden Barrack Obama, sementara McCain merupakan penantang Obama.

Dalam penghormatan terakhir kemarin, Biden mengatakan McCain selalu mencerminkan nilai-nilai dasar Amerika.

"Mereka (warga) tahu bahwa John merupakan jiwa Amerika yang sangat percaya dan bersemangat sehingga membuat orang-orang yang mempertanyakan kebangsaan lebih mudah untuk memiliki keyakinan terhadap Amerika," kata Biden.

Selain Biden, sejumlah politikus Negeri Paman Sam juga ikut memberikan penghormatan terakhir bagi McCain. Meski begitu, mantan Gubernur Alaska sekaligus mantan pasangan McCain di pemilu 2008, Sarah Palin, tidak hadir dalam pemakaman tersebut.

Lewat akun Twitter-nya, Palin telah mengungkapkan belasungkawa atas kepergian McCain pada Sabtu (26/8).

"Hari ini kita semua kehilangan jiwa asli Amerika. Senator John McCain adalah seorang pejuang yang tidak pernah takut untuk membela keyakinannya," kicaunya.

"John McCain adalah teman saya, saya akan mengingat masa-masa indah bersama dia. Saya dan keluarga mengirim doa untuk keluarga McCain."

[Gambas:Youtube]

Acara pemakaman selama 90 menit itu diakhiri dengan lantunan lagu "My Way" dari Frank Sinatra. Peti mati McCain kemudian langsung diterbangkan ke Washington untuk dikuburkan.

McCain meninggal dunia di usia 81 tahun setelah menderita kanker otak glioblastoma sejak pertengahan 2017 lalu. Sejak itu, pria yang telah bergelut di Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat AS selama lebih dari 35 tahun itu jarang terlihat lagi di Washington.

"Senator John Sidney McCain III meninggal pukul 04.28, 25 Agustus 2018, dia didampingi oleh isterinya Cindy dan sanak keluarga lain," ujar pernyataan tertulis kantor senator McCain.

Selain kanker otak, McCain juga sempat menjalani operasi infeksi perut pada pertengahan April lalu.

Kantor McCain sebelumnya menyebutkan bahwa senator asal Arizona yang pernah berlaga di pilpres 2008 ini menghentikan segala bentuk pengobatan kanker otak tersebut.

McCain terjun ke dunia politik setelah pensiun dari militer AS dan dia pernah menjadi tawanan perang setelah ditangkap oleh pasukan Vietnam Utara dalam perang Vietnam.

Kepergian McCain turut mengundang duka cita dari politikus hingga selebriti Negeri Paman Sam, serta kerabatnya di negara lain. (nat)