Serikat Pekerja Seks Spanyol Tuntut Persamaan Hak

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 01/09/2018 10:53 WIB
Serikat Pekerja Seks Spanyol Tuntut Persamaan Hak Serikat pekerja seks komersial pertama di Spanyol menuntut persamaan hak pekerja sementara pemerintah negara itu merasa kecolongan dengan pemberian izin pembentukannya. (REUTERS/Jorge Silva
Jakarta, CNN Indonesia -- Serikat pekerja seks komersial pertama di Spanyol menuntut "persamaan hak-hak pekerja" dengan para pekerja di sektor lain bagi anggotanya.

"Kami pekerja seks komersial berhak mendapatkan hak-hak pekerja yang sama dengan masyarakat Spanyol," ujar Conxa Borrell, ketua serikat OTRAS, kepada wartawan di Bercelona, Jumat (31/8).

Jumpa pers ini dilakukan sehari setelah Perdana Menteri Pedro Sanches yang ingin melarang prostitusi, mengatakan bahwa kementerian tenaga kerja telah memulai langkah hukum menentang keberadaan serikat pekerja seks komersial ini.


Namun, Borell mengatakan rencana melarang prostitusi "menyembunyikan moralisme dan kebencian mendalam terhadap pekerja seks komersial". 

Dia menekankan bahwa para pekerja seks komersial bisa mendapatkan hak-hak pekerja seperti kontrak kerja, gaji tetap, cuti sakit atau bersalin, liburan atau pensiun hanyalah "utopia".

Tampaknya pemerintah Spanyol merasa kecolongan atas pembentukan serikat pekerja seks komersial ini. 

Pendirian serikat pekerja seks komersial ini mempermalukan Perdana Menteri Sanchez, tidak hanya karena serikat itu terdaftar di kementerian tenaga kerja, pembentukannya pun telah diumumkan di lembar negara pada 4 Agustus lalu.

Namun, kabar ini baru diketahui pada Kamis (30/8).

Pelacuran ditoleransi di Spanyol dan sektor ini tidak ilegal tetapi tidak juga diatur, namun Sanchez terpilih menjadi Perdana Menteri pada 1 Juni lalu dengan agenda feminis yang bertujuan memerangi eksploitasi kaum perempuan.

Juru Bicara pemerintah Isabel Celaa mengatakan pada Jumat (31/8) bahwa "pemerintah ini tidak akan mengizinkan serikat pekerja seksual."

Menteri Tenaga Kerja Spanyol Magdalena Valerio mengatakan kepada wartawan bahwa dia terkejut serikat pekerja seks komersial semacam ini mendapat izin berdiri.

"Sebagai seorang menteri dan anggota kabinet feminis, saya tidak akan menyetujui hal ini diumumkan di lembar negara," ujarnya, Kamis (30/8).

Valerio menambahkan ini merupakan kekecewaan "terbesar" dalam hidupnya. (yns/yns)