Paus Fransiskus Kecam Eksistensi Sampah Plastik di Lautan

ANTARA, CNN Indonesia | Minggu, 02/09/2018 08:04 WIB
Paus Fransiskus Kecam Eksistensi Sampah Plastik di Lautan Paus Fransiskus. (REUTERS/Guillermo Granja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Paus Fransiskus, yang vokal melawan pemanasan global dalam beberapa tahun belakangan, pada Sabtu (1/9) waktu setempat menyerukan kerja sama dunia untuk mengurangi sampah plastik di lautan.

"Kita tidak bisa membiarkan laut dan samudera kita dikotori plastik yang mengambang tiada habis," kata Paus.

"Kita harus berusaha kuat untuk melakukannya sambil meminta bantuan kepada Tuhan untuk diberi kekuatan dalam melakukannya," lanjutnya.


Tanggapan kepausan itu berasal dari pesan pada hari doa tahunan keempat "untuk perlindungan penciptaan", yang dirayakan bersama golongan Kristen lain.

Paus berbicara di depan sebanyak 100 orang pengusaha yang diundang ke Vatikan untuk acara itu.

"Kita masing-masing harus bertanggung jawab untuk orang lain dan untuk masa depan planet kita," ujar Paus.

Data milik Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan 8 juta ton plastik -botol, kemasan dan limbah lain- masuk ke samudera tiap tahunnya, membunuh kehidupan laut dan memasuki rantai makanan manusia.

Ilmuwan mendesak pembatasan lebih ketat pada sampah plastik.

Pada Desember, hampir 200 negara sepakat membatasi pencemaran plastik di lautan, memperingatkan bahwa itu bisa melebihi ikan pada 2030.

Fransiskus menulis naskah utama "Laudato Si" (Terpuji Jadilah) tentang perlindungan lingkungan dari pemanasan global pada 2015.

Paus memihak yang percaya bahwa pemanasan dunia setidak-tidaknya sebagian akibat ulah manusia dan memuji ilmuwan, yang bekerja untuk menjaga suhu bumi terkendali.

(ard)