Paus Kritik Trump soal Pemisahan Keluarga Imigran

DZA, CNN Indonesia | Rabu, 20/06/2018 20:45 WIB
Paus Kritik Trump soal Pemisahan Keluarga Imigran Paus Fransiskus mengkritik kebijakan Donald Trump yang berujung pada pemisahan keluarga imigran di perbatasan. (AFP Photo/Andreas Solaro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Paus Fransiskus mengkritik kebijakan 'tanpa toleransi' Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berujung pada pemisahan keluarga di perbatasan dengan Meksiko.

Paus Fransiskus mendukung pernyataan para uskup Katolik di Amerika Serikat yang menyebut pemisahan anak-anak dari orang tua bertentangan dengan nilai-nilai Katolik dan tidak bermoral.

"Itu tidak mudah, tetapi populisme bukanlah solusi," kata Paus Fransiskus pada Minggu malam, dikutip Reuters Rabu (20/6).


Di bawah kebijakan Trump, pihak berwenang bisa mendakwa imigran yang tertangkap menyeberangi perbatasan Meksiko secara ilegal. Sementara orang dewasa di penjara, anak-anak mereka dikirim ke tempat penampungan pemerintah.
Kebijakan yang dikeluarkan tersebut menimbulkan kecaman di Amerika Serikat setelah rekaman video dan audio yang diduga menggambarkan anak-anak ditahan di rumah berlantai beton dan menangis karena jauh dari orang tua.

Para uskup di Amerika Serikat menyatukan suara dengan para pemuka agama lain turut mengutuk kebijakan tersebut.

"Saya berada di sisi konferensi para uskup. Biarlah jelas bahwa dalam hal-hal ini, saya menghormati (posisi) konferensi uskup," kata Paus.

Paus memimpin sebuah gereja yang memiliki 1,3 miliar anggota di seluruh dunia dan merupakan denominasi Kristen di Amerika Serikat.

Paus mengatakan populisme 'menciptakan psikosis' pada masalah imigrasi. Bahkan peradaban yang telah maju seperti Eropa pun tanpa imigrasi hanya akan menjadi daratan kosong, ujarnya.
Pernyataan ini juga dilontarkan tak lama setelah pemerintah populis Italia menolak akses pelabuhan untuk kapal non-pemerintah yang menyelamatkan pencari suaka asal Afrika.

"Saya percaya bahwa Anda tidak dapat menolak orang yang datang. Anda harus menerima mereka, membantu mereka, merawat mereka, menemani mereka dan kemudian melihat di mana menempatkan mereka," kata Paus.

"Menciptakan psikosis bukanlah obatnya. Populisme tidak menyelesaikan banyak hal."

(aal)